SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ratusan relawan HARATI dari Kecamatan Parenggean menyatakan dukungan mereka kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor-Irawati dalam upaya melanjutkan pembangunan di wilayah tersebut.

Koordinator Relawan HARATI Kecamatan Parenggean, Tatang mengungkapkan bahwa dukungan ini didasarkan pada bukti nyata pembangunan yang telah dilakukan Halikinnor selama menjabat sebagai bupati, terutama sektor infrastruktur jalan.

“Luar biasa, sangat solid ingin memenangkan Halikinnor-Irawati untuk melanjutkan Jilid 2. Ini karena Bapak Halikinnor sudah terbukti nyata membangun infrastruktur yang merata di desa-desa, khususnya jalan-jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Tatang, Rabu, 2 Oktober 2024.

Hal itu ia sampaikan saat deklarasi dan pengukuhan relawan HARATI Kecamatan Parenggean yang dihadiri 314 relawan.

Dalam kesempatan itu, Halikinnor menyampaikan terima kasihnya kepada para relawan yang hadir. Ia menyebut, Kecamatan Parenggean merupakan wilayah paling banyak relawan berkumpul dari sejumlah Kecamatan yang telah ia singgahi beberapa hari terakhir. 

Masa jabatannya di periode pertama hanya berlangsung tiga tahun, lebih singkat dari yang seharusnya 5 tahun karena adanya pemilihan serentak di seluruh Indonesia.

“Pemerintahan HARATI yang pertama ini waktunya pendek, saya baru menjabat 3 tahun, harusnya sampai 2026. Tetapi karena peraturan pemilihan serentak, maka kita ikuti undang-undang,” kata Halikinnor.

Meskipun masa jabatannya singkat dan menghadapi situasi pandemi COVID-19, ia tetap berupaya maksimal dalam membangun daerah, bahkan mampu melunasi hutang-hutang dari periode sebelumnya.

“Jika ada yang bertanya mengapa pembangunan sedikit, itu karena saat itu sedang COVID-19. Anggaran kita dari pusat bahkan dikurangi. Namun, Alhamdulillah, hutang-hutang kita sudah lunas. Insya Allah, jika saya dipercaya lagi, kita bisa membangun lebih banyak karena anggaran kita sudah kembali normal,” imbuhnya.

Halikinnor berjanji akan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 57 miliar untuk sektor kesehatan. Masyarakat juga telah terjamin BPJS, sehingga tidak ada alasan untuk tidak berobat saat sakit. 

“Jika ada warga yang sakit atau tidak ada uang untuk berobat, sebut saja nama saya ke Kepala Puskesmas, pasti dilayani karena kita ada BPJS. Jika ada warga kita yang lumpuh memerlukan kursi roda, tolong beritahu saya. Akan saya bantu menggunakan dana pribadi. Juga jangan sampai ada anak kita yang putus sekolah,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)