BORNEONEWS, Sampit -Sedikitnya 210 hektar lahan gambut di dua kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur hangus terbakar sejak Minggu (14/8) lalu.


“Sebagian besar yang terbakar adalah lahan gambut milik warga yang berupa semak belukar,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Sutoyo, Rabu (17/8/2016).


Kebakaran itu terjadi di dua titik yakni di Desa Handil Sohor Kecamatan Teluk Sampit dengan luasan yang terbakar sebanyak 210 hektare. Kemudian di Desa Bapanggang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang seluas 100 hektare.


Sutoyo mengatakan, kebakaran lahan gambut di dua lokasi itu diduga ada unsur kesengajaan. Jika pemicu kebakaran karena ada gesekan kayu, namun pihaknya tidak melihat adanya kayu-kayu besar di areal yang terbakar.


Seperti di Desa Bapanggang, kebakaran terjadi di areal kebun sawit. Dia tidak mengetahui apakah kebun sawit yang terbakar tersebut milik perusahaan atau warga. Dia tidak ingin berspekulasi karena ranah penyidikan dan penindakan adalah aparat kepolisian.


“Dari pantauan kami menggunakan drone, yang terbakar di Desa Bapanggang ini lahan sawit, tapi kami belum tau itu lahan sawit milik siapa,” katanya.


Lokasi kebakaran lahan tersebut cukup jauh dari akses jalan, sekitar 15 kilometer. Menyulitkan petugas dari BPBD, TNI/Polri, Pemadam Kebakaran, Tagana, Manggala Agni menjuju lokasi kebakaran. Meski begitu mereka tetap berupaya untuk menuju ke lokasi menggunakan kendaraan kelotok atau ces untuk ke lokasi dan memadamkan api.


“Mulai hari Minggu (14/8) lalu sampai Selasa (16/8) sore api masih berkobar di Desa Handil Sohor. Kalau di Bapanggang hanya satu hari saja proses pemadaman. Memang saat pemadaman kami menghadapi banyak kendala, karena sumber air dari titik api sekitar satu kilometer. Ditambah lagi dengan alat kami terbatas,”  ujarnya.


Sejak ditetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 11 Juli 1016, sudah 350 hektare lahan gambut yang terbakar. Kebakaran itu terjadi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Baamang, MB Ketapang, dan Teluk Sampit.


Sementara itu Bupati Kotawaringin Timur Supian hadi mengatakan, sudah merapatkan soal ini dengan aparat TNI/Polri dan pada Rabu usai upacara HUT RI para petugas gabungan akan kembali turun ke lokasi. Bahkan jika kebakaran itu meluas pihaknya sudah berkordinasi dengan TNI/Polri meminta bantuan Water Bombing untuk memadamkan api itu.


“Dua malam yang lalu kita rapat di Dinas PU beberapa lahan gambut yang sulit dijangkau kita akan membuka jalan. Kita meminta Kementerian Kehutanan untuk pinjam pakai lahan untuk akses jalan. Jalan ini selain untuk akses masyarakat, juga memudahkan kita untuk memadamkan api dengan cepat di lahan-lahan yang sulit terjangkau. Nanti kalau itu disetujui setiap tiga kilo kita buat kanal, kita membuat pompa air juga untuk mengatasi kebakaran lahan pada tahun berikutnya,” ujar Supian Hadi. (RAFIUDIN/m)