BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tanggal 17 Agustus kali ini sepertinya akan menjadi hari yang paling bersejarah dan sulit dilupakan oleh Pransiska Milensia Erin (16), atau yang oleh teman-temannya akrab disapa Erin tersebut.
Betapa tidak, tanpa disangka-sangka, dara kelahiran Toka 1 Januari 2000 ini berhasil menorehkan tinta sejarah karena terpilih menjadi pembawa baki dalam pengibaran bendera merah putih dalam HUT Kemerdekaan RI ke-71 yang digelar Pemkab Lamandau, Rabu (17/8/2016).
Anak sulung dari tiga bersaudara buah hati pasangan Karno dan Yosetina itu mengaku, ia bak orang paling berbahagia pada 17 Agustus kali ini, karena telah berhasil melaksanakan tugas sebagai pembawa baki sang saka merah putih tanpa ada cela apapun.
"Duh... kalau diceritakan sih tadi (saat bertugas) awalnya degdegan banget, tapi saya berusaha percaya diri dan tenang saja biar tidak melakukan kesalahan. Saat sudah kembali ke luar lapangan, baru saya merasa plong dan lega. Seneng banget pokoknya," tutur Erin yang kini mengenyam pendidikan di SMKN 1 Bulik kelas XI itu.
Perempuan yang bercita-cita menjadi Polwan tersebut juga menambahkan, keberhasilannya menjalankan tugas tidak terlepas dari kekompakan seluruh anggota Paskibra lainnya.
"Keberhasilan ini juga hasil dari perjuangan, pelatihan dan penggemblengan dalam waktu yang cukup lama," katanya.
Terlebih, sambungya, anggota paskibra yang terpilih dan bertugas menjadi pengibar bendera merupakan hasil seleksi dari seluruh sekolah yang ada di Lamandau.
Mantan siswi SMPN 4 Bulik Timur itu tampak tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Selebihnya, Erin mengaku bahwa pengalamannya tersebut akan menjadi motivasi bagi dirinya dan orang-orang sekelilingnya bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama impian tersebut benar-benar ditopang usaha yang sungguh-sungguh.
"Ini juga sebagai ajang pembuktian diri, meskipun saya terlahir dan tumbuh besar di desa atau daerah pelosok nan sangat jauh dari pusat kota, tapi dengan tekad dan kemauan keras nyatanya saya juga bisa," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)








