KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo**, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UMKM (Disnakertranskopumkm) memberikan pelatihan bahasa asing kepada 16 warga. Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang usaha di sektor pariwisata dan sektor jasa lainnya yang sedang berkembang di Labuan Bajo. Kepala Disnakertranskopumkm Manggarai Barat, Theresia P Asmon, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada para *frontliner*, meskipun kemampuan berbahasa Inggris kini sudah menjadi kebutuhan umum di kawasan pariwisata. Dengan bekal pengetahuan bahasa asing, diharapkan peserta dapat memanfaatkan peluang usaha yang ada di Labuan Bajo. Pelatihan ini didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, dimaksudkan untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia di Labuan Bajo, yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Proses pelatihan dilaksanakan di SMK Stella Maris Labuan Bajo dengan pengajar yang kompeten. Theresia menambahkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya diperlukan bagi para pemandu wisata (*tour guide*), tetapi juga sangat dibutuhkan dalam layanan perhotelan dan berbagai jasa industri lainnya, baik di toko maupun bidang lainnya. Setelah pelatihan yang selesai pada akhir September 2024, empat peserta telah berhasil mendapatkan pekerjaan, sementara peserta lain kini sedang menjalani pemagangan industri selama lima bulan. Beberapa dari mereka juga telah memperoleh pekerjaan di instansi pemerintah dan di sektor pariwisata, serta ada yang telah memulai usaha sendiri, contohnya dalam jasa fotografi. Theresia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung pelatihan berbasis kompetensi di Manggarai Barat. Ia mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat untuk pelatihan bahasa asing tambahan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Labuan Bajo. Selain itu, ia menambahkan bahwa ke depannya, pengembangan kompetensi akan difokuskan pada bahasa Jepang dan bahasa Jerman, mengingat peluang penempatan pekerja di luar negeri yang semakin tinggi. Sebelumnya, sejumlah balai latihan kerja (BLK) di Labuan Bajo telah meluluskan sebanyak 644 orang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni antara 2022 hingga 2024, untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata. Dari jumlah tersebut, terdapat 348 orang laki-laki dan 296 orang perempuan. Sebanyak 84 persen atau 540 orang dari total lulusan tersebut kini telah bekerja di berbagai sektor jasa di Labuan Bajo atau menjadi wirausahawan dengan membuka usaha sendiri. ANTARA