**Borneonews - Tarakan**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis (*Bimtek*) yang bertujuan untuk mendukung upaya pencegahan korupsi. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap isu korupsi.
Dalam sambutannya, Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara, Togap Simangunsong, menyatakan bahwa upaya pencegahan korupsi seharusnya dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Ia menegaskan bahwa dua sosok perempuan, yaitu istri dan ibu, memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan budaya anti korupsi di dalam rumah tangga. Menurutnya, kesuksesan seorang laki-laki tidak terlepas dari peran sosok wanita hebat di sampingnya, yang memberikan dukungan dan sejalan dalam mencapai tujuan bersama.
Togap juga menjelaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam kegiatan domestik, tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak dan lingkungan sosial di sekitar mereka. Dengan peran ganda ini, perempuan diharapkan dapat menjadi pendorong perubahan positif baik di dalam rumah tangga maupun dalam masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masalah korupsi memerlukan pendekatan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan, agar dapat memahami dan menyikapi dampak negatif yang ditimbulkan oleh korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan bebas dari korupsi, mereka dapat mempengaruhi pasangan dan keluarga untuk menjauhi perilaku yang tidak etis, tambahnya.
Sementara itu, Pejabat Sementara Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat di KPK, Dion Sumarmo, menekankan bahwa pelaksanaan *Bimtek* ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai integritas melalui keterlibatan perempuan dalam kegiatan sehari-hari. Harapannya adalah agar organisasi-organisasi perempuan dapat menyebarkan nilai-nilai ini di komunitas mereka, sehingga pemahaman tentang pencegahan korupsi bisa tertanam dengan baik di Provinsi Kalimantan Utara.
Dengan adanya dukungan dari perempuan, diharapkan pencegahan korupsi dapat berjalan lebih efektif, sehingga masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang lebih berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.
ANTARA
Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi di Kalimantan Utara
Bagikan:

TANJUNG SELOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







