SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Tiga sekolah di Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini diakui atas prestasinya dalam bidang lingkungan dengan meraih penghargaan *Adiwiyata* dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya sekolah dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan. Sekolah-sekolah yang berhasil meraih penghargaan tersebut antara lain SMPN 6 Kediri yang mendapat predikat *Adiwiyata Mandiri*, serta dua sekolah dasar, yakni SDN Sukorame 2 dan SDN Tamanan, yang menerima penghargaan *Adiwiyata Nasional*. Penganugerahan ini berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut menunjukkan komitmen ketiga sekolah dalam memenuhi berbagai kriteria lingkungan, seperti pengelolaan limbah, pendidikan lingkungan, serta dokumen perencanaan yang matang. Zanariah menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang terlibat dalam program *Adiwiyata* telah melaksanakan beragam kegiatan, termasuk sanitasi dan pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta penghematan energi dan air. Keterlibatan seluruh insan pendidikan di sekolah-sekolah ini pun tampak sangat mendukung. Setiap sekolah telah menciptakan inovasi yang unik, disesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Misalnya, beberapa sekolah mengelola *generator mini*, membuat produk olahan dari lidah buaya, serta memproduksi briket dari limbah. Zanariah berharap keberhasilan ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan praktik serupa. Sekolah yang menerima penghargaan *Adiwiyata Nasional* punya kesempatan untuk meningkatkan statusnya menjadi *Adiwiyata Mandiri*. Dengan demikian, diharapkan mereka juga dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sekolah lainnya, sehingga menciptakan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan secara lebih luas. Selain itu, ia mencatat pentingnya pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengurangan sampah, agar lebih efektif dimulai dari sumbernya. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan limbah yang dihasilkan dan mengurangi tekanan pada tempat pembuangan akhir (TPA). Sebelumnya, lima sekolah menengah pertama di Kediri telah lebih dahulu mendapatkan penghargaan sebagai sekolah *Adiwiyata* tingkat Provinsi Jawa Timur, di antaranya SMPN 3 Kota Kediri, SMP Plus Rahmat, MTsN 1 Kota Kediri, SMP Muhammadiyah 2, dan SMP Kristen Petra. Untuk mencapai status sebagai sekolah *Adiwiyata*, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk mendampingi dengan memberikan bantuan dalam hal administrasi dan penyediaan sarana serta prasarana pendukung, seperti biopori, tanaman hijau, dan komposter. ANTARA