BORNEONEWS, Sampit - Walaupun sudah empat bulan, narapidana pembunuhan di Lembaga Pemasrakatan (LP) Klas IIB Sampit belum juga diringkus polisi.

Napi tersebut adalah Rasmono dan Yuli Nurhadi. Mereka kabur pada Minggu (3/4/2016) bersama dua tahanan kasus pemerkosaan, yakni Agus Bambang dan Anang. Namun Agus dan Anang sudah diringkus di daerah asalanya Kabupaten Seruyan.

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas M Khoiron mengatakan, saat ini mereka terus mencari informasi keberadaan kedua orang tersebut. Bahkan koordinasi dengan pihak polres juga masih dilakukan, agar bisa secepatnya menangkap kedua orang itu.

“Kami tidak tinggal diam, yang pasti hingga saat ini kami terus menggali informasi keberadaan kedua orang itu,” ujar Khoiron, Rabu (17/8/2016).

Belum berhasilnya meringkus dua napi itu, Khoiron berharap agar masyarakat bisa bekerjasama untuk memberikan informasi tentang hal tersebut. Ini agar mereka bisa dengan cepat menangkap kedua terpidana pembunuhan tersebut.

Sementara Khoiron juga menyebutkan bahwa saat ini mereka fokus memberikan pembelajaran kepada penghuni lapas tentang ilmu agama. Sehingga mereka bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Hal itu dilakukan karena keamanan di Lapas Kelas IIB Sampit ini memang sedikit lemah, apalagi dengan tembok keliling yang hanya tiga meter saja, sehingga dengan mudahnya warga binaan untuk menaikinya.

“Standar tembok itu enam meter dengan tali kawat duri satu meter. Namun yang ada saat ini hanya tiga meter saja,” kata Khoiron.

Selain itu, mereka juga mengaktifkan sistem kepala kamar. Sehingga kalau terjadi permasalahan di tempat tersebut bisa diselesaikan dengan baik. (M HAMIM/m)