SURABAYA –
**Borneonews - Banyuwangi**, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Jawa Timur, mengumumkan bahwa proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan akan rampung pada tahun 2025. Hal ini menyusul penandatanganan kontrak antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pihak pelaksana pekerjaan. Dalam pernyataannya pada Rabu, Asisten Bidang Sosial dan Perekonomian Banyuwangi, Dwiyanto, menjelaskan bahwa penandatanganan kontrak tersebut dilaksanakan secara daring dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya, Essy Asiyah, dan Pelaksana Tugas Bupati Banyuwangi, Sugirah. Dwiyanto juga menginformasikan bahwa proses revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung selama 365 hari kalender, dimulai pada bulan Oktober 2024, sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Ia menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah penting karena kedua bangunan tersebut diharapkan menjadi ikon baru yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Banyuwangi, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pelaksana Tugas Bupati Banyuwangi, Sugirah, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan, yang letaknya saling berdampingan. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kementerian PUPR yang telah mengalokasikan anggaran untuk proyek ini. Pasar Induk Banyuwangi, yang saat ini dalam proses revitalisasi, memiliki luas lahan sekitar 1 hektare pada sisi utara dan selatan. Setelah renovasi, pasar ini akan memiliki gedung utama yang terdiri dari dua lantai dengan arsitektur khas Osing khas Banyuwangi. Rencananya, pasar ini akan dibagi menjadi zona pasar basah, pasar kering, dan area kuliner, dengan total 700 unit kios dan lapak yang juga dilengkapi dengan gedung parkir. Sugirah menjelaskan lebih lanjut bahwa bagian depan pasar yang sebelumnya terbuat dari aspal akan diganti dengan paving. Dengan demikian, harapannya adalah pasar ini dapat bertransformasi menjadi pusat kuliner yang lebih modern dan menarik. Di sisi lain, Asrama Inggrisan merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah panjang. Bangunan ini didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1776 dan kemudian dikuasai oleh British East India Company pada abad ke-18. Asrama ini dulunya berfungsi sebagai kantor kabel untuk jaringan telegram bawah laut yang menghubungkan Eropa hingga Australia. Asrama Inggrisan akan direhabilitasi dan dipugar, sehingga dapat menjadi ikon baru dalam destinasi wisata sejarah dan budaya di Banyuwangi. Proyek ini akan tetap menghormati desain asli bangunan Inggrisan yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal. ANTARA