JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Presiden Xi Jinping dari China dan Presiden Vladimir Putin dari Rusia telah mengumumkan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral saat kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik mereka. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan, Xi telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Putin guna memastikan bahwa hubungan antara kedua negara dapat berkembang ke arah yang positif. Xi Jinping menekankan pentingnya memperluas *kerja sama praktis* secara menyeluruh. Ia mengungkapkan harapannya untuk bersama-sama mempromosikan pembangunan berkualitas tinggi serta melakukan modernisasi di masing-masing negara. Sebagai bagian dari upaya ini, ia menginginkan kontribusi baru yang dapat menjaga perdamaian dan stabilitas di dunia, serta mendorong terciptanya komunitas global dengan masa depan yang lebih baik bagi semua umat manusia. Dalam pandangannya, China dan Rusia dianggap sebagai "negara besar" di pentas dunia. Kedua negara juga menjadi pasar negara berkembang yang utama serta memiliki kedekatan sebagai tetangga terbesar satu sama lain. Xi menyoroti bahwa dengan adanya perubahan besar yang terjadi saat ini, kedua belah pihak harus terus memperdalam kepercayaan politik. Melalui ini, mereka telah mencapai hasil yang luar biasa dalam kerja sama praktis yang akhirnya memperkuat hubungan persahabatan yang telah berlangsung selama beberapa generasi. Kerja sama strategis antara China dan Rusia memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masing-masing rakyat, serta dalam memperjuangkan dunia yang multipolar dan teratur. Mereka juga berkomitmen untuk mendorong *globalisasi ekonomi* yang inklusif, yang akan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Di tengah peningkatan ketegangan geopolitik, kedua negara terus bersatu, terutama setelah sekutu-sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Rusia akibat konflik yang terjadi di Ukraina sejak Februari 2022. Yang menarik, nilai perdagangan tahunan antara China dan Rusia mencatat rekor tertinggi mencapai 240 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp3.669 triliun pada tahun lalu. Hal ini menegaskan kemitraan yang mereka juluki sebagai kemitraan "tanpa batas." Putin juga menekankan dalam pernyataannya bahwa hubungan antara Rusia dan China kini telah mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Ia mencatat bahwa kedua belah pihak telah secara aktif melaksanakan berbagai bentuk kerja sama di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, perdagangan, sains, dan teknologi. Koordinasi yang efisien dalam urusan internasional dan regional juga menjadi sorotan, dengan semua pihak berupaya membangun masyarakat dunia yang adil dan multipolar. Senderan penuh makna dari Putin adalah perlunya untuk lebih mengkonsolidasikan kemitraan strategis yang komprehensif ini, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan stabilitas di wilayah Eurasia dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara Rusia dan China telah teruji oleh waktu, menunjukkan potensi besar dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang. ANTARA