**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini mengirimkan delegasi untuk mempelajari metode pengelolaan arsip di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan (Pusdipres). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola arsip, khususnya mengenai pengelolaan aset di daerah.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, Nina Dewi, menjelaskan bahwa benchmarking ke ANRI dan Pusdipres sangatlah penting. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk memahami dan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan arsip aset, yang dianggap krusial untuk keberlangsungan administrasi pemerintahan yang transparan dan efektif.
Nina menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang optimal. Dia mengingatkan bahwa mantan Gubernur Isran Noor pernah menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan status wajar tanpa pengecualian (WTP). Namun, situasi ini tidak membuatnya merasa puas karena masih terdapat catatan tentang pengelolaan aset yang perlu diperbaiki. Hal tersebut menjadi motivasi bagi BPSDM Kaltim untuk berupaya lebih jauh dalam mendalami isu-isu kearsipan.
Kunjungan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang sudah dilaksanakan pada 23 hingga 26 September 2024 di BPSDM Kaltim. Delegasi yang terdiri dari 52 orang ini dipimpin oleh Nina Dewi dan mencakup anggota lain seperti Kepala Bidang Kompetensi Teknis, Apriyana, serta beberapa Widyaiswara Ahli dari berbagai jenjang. Juga hadir Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Arsip dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pemprov Kaltim, Dewi Susanti.
Dalam sesi penjelasannya, Kepala Pusdipres, Agus Santoso, menyampaikan betapa pentingnya pengelolaan, pelestarian, dan penyajian arsip sebagai sarana untuk menyampaikan data, informasi, serta mendukung pengembangan pengetahuan. Ia juga menceritakan sejarah berdirinya Pusdipres yang terletak di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.
Salah satu peserta dari BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, yang menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Utama, mengungkapkan bahwa Agus Santoso mendorong Kalimantan Timur untuk membangun arsip statis yang lengkap, yang mencakup sejarah semua gubernur sejak awal hingga saat ini. Hal ini dinegasikan sebagai langkah penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan.
Agus Santoso juga menyatakan bahwa Pusdipres siap memberikan bantuan kepada Pemprov Kaltim jika diperlukan, baik sebagai narasumber maupun konsultan.
Setelah kegiatan di Pusdipres, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Pusat ANRI di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Rombongan dibagi menjadi dua kelompok demi efisiensi waktu dan untuk memastikan semua peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan baik.
Kelima unit yang menjadi fokus kunjungan adalah Pusat Rekaman, Depo Arsip Konvensional dan Media Baru, Layanan Arsip Statis, Layanan Preservasi dan Restorasi Arsip, serta Ruang Diorama. Setiap kelompok didampingi oleh tim Humas ANRI yang siap memberikan penjelasan serta menjawab pertanyaan dari para peserta terkait pengelolaan arsip di Kalimantan Timur.
ANTARA
Pemprov Kaltim Kunjungi ANRI dan Pusdipres untuk Optimalisasi Arsip
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







