MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Pejabat Sementara Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, telah melakukan pembicaraan dengan Wakil Rektor IV Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Syahruddin, mengenai pengembangan Pulau Lakkang melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Prof. Syahruddin mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021, UNM dan pemerintah kota Makassar telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan komunitas di Pulau Lakkang. Menurutnya, pengembangan Pulau Lakkang direncanakan untuk dijadikan sebagai desa binaan serta lokasi yang strategis untuk penelitian dan pengembangan. Dalam wawancaranya, Prof. Syahruddin menyatakan, "Kami ingin menjadikan Pulau Lakkang sebagai desa binaan, lokasi pengembangan dan penelitian." Ia juga menekankan bahwa karakteristik alami Pulau Lakkang berpotensi untuk menjadi daya tarik wisata yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Letak geografis Pulau Lakkang yang berada di belakang Kampus Universitas Hasanuddin, hanya dipisahkan oleh sungai kecil, memungkinkan akses yang relatif mudah. Pengunjung dapat mencapai pulau tersebut menggunakan rakit atau perahu yang menyusuri Sungai Tallo. Selain sektor pariwisata, Pulau Lakkang juga memiliki potensi dalam bidang pertanian dan perikanan. Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, menyadari manfaat kolaborasi antara pemerintahan dan dunia akademik sebagai peluang untuk intervensi serta pembangunan yang lebih baik di kota ini. Ia mengungkapkan, "Patut disambut baik, apalagi sudah ada MoU. Kami akan memberikan ruang dan membuka akses agar rekan-rekan dari UNM dapat beraktivitas di sana, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar." Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan universitas, serta melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan yang berkelanjutan. ANTARA