JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Carlos Alcaraz melanjutkan performa luar biasanya di tahun ini dengan meraih kemenangan yang signifikan atas rivalnya, Jannik Sinner, dalam final China Open yang diadakan di Beijing. Pertandingan yang berlangsung pada hari Rabu ini berakhir dengan skor 6-7(6), 6-4, 7-6(3), di mana Alcaraz mengangkat trofi ATP 500. Laga yang menggunakan format tie-break di set terakhir ini menjadi sangat dramatis. Selama tiga jam 21 menit, Alcaraz berhasil menyabet tujuh poin berturut-turut dari posisi tertekan 0-3 untuk mengklaim kemenangan. Ini menciptakan momen bersejarah, mengingat pertandingan ini adalah yang terpanjang selama turnamen. Dalam pernyataannya, Alcaraz menggambarkan pertandingan sebagai "sangat ketat." Dia memberikan pengakuan kepada Sinner, yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia, dengan mengatakan, “Jannik, sekali lagi, menunjukkan dirinya sebagai pemain terbaik di dunia. Dari berbagai aspek, baik teknik, fisik, maupun mental, dia benar-benar luar biasa.” Dengan hasil terbaru ini, Alcaraz kini telah memenangkan enam dari sepuluh pertemuannya melawan Sinner. Menariknya, ketiga kemenangan Alcaraz atas Sinner di tahun ini terjadi di ajang yang berbeda, seperti di Indian Wells, Roland Garros, dan kini di Beijing. Sementara itu, Sinner yang tengah dalam performa terbaiknya meraih 18 kemenangan dari 19 tie-break terakhirnya sebelum memasuki tie-break penentuan. Namun, Alcaraz menunjukkan ketahanan mental yang kuat dan berhasil bangkit dari ketertinggalan. Dia menyatakan, “Saya tidak pernah putus asa. Saya tahu setiap tie-break yang dimainkan Jannik hampir selalu berpihak kepadanya.” Petenis berusia 21 tahun ini juga mencetak sejarah dengan menjadi atlet pertama yang berhasil memenangkan ATP 500 di ketiga jenis permukaan lapangan, yaitu lapangan keras, tanah liat, dan rumput, sejak tahun 2009. Selanjutnya, Alcaraz dijadwalkan untuk berkompetisi di Shanghai Masters, di mana Sinner juga akan ambil bagian. Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Alcaraz dalam usaha mengejar ketertinggalan poin dari Sinner dalam persaingan untuk meraih gelar No. 1 ATP akhir tahun. Saat ini, Alcaraz masih berada di posisi kedua dengan selisih 2.820 poin dari Sinner, yang memimpin di ATP Live Race To Turin, yang menjadi indikator utama dalam penentuan peringkat akhir tahun. ANTARA