JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Ardli Johan Kusuma, mengungkapkan bahwa kemunculan nama-nama baru dalam struktur legislatif, baik di DPR maupun DPD, dapat memicu perubahan budaya politik yang lebih baik di Indonesia. Ardli menyatakan, "Adanya dominasi wajah baru dalam jajaran pimpinan DPR dan DPD diharapkan membawa harapan baru bagi masyarakat." Penuh optimisme, ia percaya bahwa kehadiran wajah baru ini dapat mengubah paradigma dan budaya politik di Tanah Air ke arah yang lebih progresif. Lebih lanjut, Ardli menjelaskan bahwa kehadiran para pemimpin baru ini diharapkan mampu menjalankan fungsi utama mereka untuk melakukan *checks and balances* terhadap pemerintahan yang ada. Selain itu, dorongannya adalah agar perubahan tersebut tidak hanya di level nama, tetapi juga diiringi dengan perubahan budaya politik serta keinginan untuk memfokuskan pemikiran pada demokrasi yang lebih substansial. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses legislasi. "Wajah baru ini diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam mekanisme legislasi di Indonesia," tambah Ardli. Ia menyebutkan, bahwa terciptanya politik yang mewakili kepentingan rakyat dalam sistem demokrasi sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat dalam politik. Oleh karena itu, salah satu tanggung jawab utama anggota legislatif adalah untuk memfasilitasi keterlibatan tersebut. Namun, Ardli menegaskan bahwa harapan tersebut akan sulit tercapai jika budaya politik elitisme yang masih kuat di Indonesia tidak berubah. Ia mengingatkan bahwa selama elit politik di Indonesia terus mempertahankan sikap elitisme, masyarakat akan kesulitan untuk ambil bagian dalam pembuatan kebijakan dan proses legislasi. "Perubahan di struktur DPR dan DPD ini mungkin hanya akan menjadi pergantian *'cover'* semu, tanpa makna yang substansial, jika budaya elitisme masih berlangsung," tuturnya dengan tegas. ANTARA