BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan terus memoles Kota Sampit untuk menarik para wisatawan lokal maupun nasional berkunjung ke daerah itu. Kali ini pemerintah berencana membangun aquarium dan menara pandang di arela Ikon Ikan Jelawat di pinggir Sungai Mentaya Sampit.

“Anggaran sekitar Rp45 miliar itu bukan hanya untuk bangun aquarium saja. Banyak fasilitas pendukung lainnya yang akan dibangun disekitar itu,” kata Bupati Kotim Supian Hadi saat menunjukkan lokasi rencana pembangunan aquarium di areal Ikon Ikan Jelawat, Rabu (17/8/2016).

Supian Hadi menjelaskan, banyak fasilitas pendukung yang akan dibangun di sekitar aquarium tersebut nantinya. Seperti air mancur menari yang sesuai irama musik yang disertai lampu laser dari dalam air. Menara Pandang dengan ketinggian 27 meter yang dilengkapi tangga lift. Selain itu akan ditambah ruang terbuka hijau (RTH) di depan ikan jelawat.

“Bukan hanya itu, akan disediakan tempat parkir yang representatif. Kita akan bangun tempat parkir khusus bagi pengunjung di areal ini nanti. Tidak lagi kendaraan pengunjung Ikon parkir di pinggir jalan seperti sekarang ini,” kata Supian Hadi.

Pemerintah Kotim akan terus berupaya memoles sejumlah destinasi wisata daerah. Baik destinasi wisata buatan maupun alam. Seperti halnya yang direncanakan saat ini pengembangan fasilitas pendukung Ikon Ikan Jelawat.

Upaya itu bagaimana menunjang pariwisata Kotawaringin Timur yang lebih baik dan bagus.

“Untuk menambah daya tarik wisatawan datang ke Kotim. Bukan hanya mempercantik pinggir sungai Mentaya dengan berbagai fasilitas pendukung, tapi juga di Stadion. Di Stadion akan ditambah air mancurnya. Mempercantik bundaran-bundaran seperti Bundaran Balanga, Bundaran Pemda, Cilik Riwut, dan Bundaran Adipura,” ujarnya.

Ditanya bagaimana kunjungan wisatawan ke Kotim setelah dilakukan pembenahan besar-besaran fasilitas wisata. Supian Hadi mengaku bahwa kunjungan wisata di daerah ini cukup banyak dan, terutama penasaran dengan patung Ikan Jelawat.

Meski jumlah kunjungan itu masih didominasi warga, tetapi salah satu kebanggaan Supian, dari sekian banyak kunjungan bukan hanya warga lokal tetapi juga banyak dari daerah lain.

“Coba perhatikan dan tanyakan yang datang itu bukan hanya dari Kotim tapi orang luar. Walaupun hanya 10 banding 2 ibaratnya tapikan lumayan. Bahkan saya mendengar dari teman saya di Kalbar, bahwa ikan jelawat ini jadi Ikon Sampit. Ini semakin terkenal makanya semakin kita mempertegas dengan peningkatan sarana dan prasaranannya untuk lebih memantapkan bahwa Ikan Jelawat itu milik Sampit,” ujarnya. (RAFIUDIN/m)