SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi. Pada Rabu, letusan yang terjadi mencapai tinggi kolom hingga 1.000 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, menyampaikan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 06.20 WIB. Dalam pengamatan, kolom abu yang dihasilkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal, mengarah ke barat daya. Letusan ini juga terdeteksi oleh seismograf, dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berdurasi 129 detik. Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali meletus pada pukul 07.24 WIB dengan tinggi kolom letusan tercatat sekitar 800 meter di atas puncak, atau 4.476 mdpl. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan arah tebal yang mengalir ke selatan dan barat daya. Erupsi ini juga terpantau di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik. Sepanjang hari, mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berlangsung dengan sembilan kali erupsi. Sayangnya, sebagian besar letusan tidak dapat terlihat akibat kabut yang menyelimuti area tersebut. Dalam situasi ini, status Gunung Semeru tetap berada pada level Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat. Diharapkan, masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak gunung, sebagai langkah mitigasi risiko. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau agar tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini perlu diperhatikan sebab terdapat potensi terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 13 km dari puncak. Lebih lanjut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar. Kesadaran akan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu ditingkatkan, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung tersebut. Area yang harus diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ANTARA