JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Barat**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jakarta Barat (Jakbar) telah melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap kedatangan logistik pemilihan umum dalam rangka Pilkada 2024. Pemantauan ini dilakukan di gudang penyimpanan kota yang berlokasi di Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat. Koordinator Divisi Pencegahan dan Pengawasan Humas serta Hubungan antar-Lembaga Bawaslu Jakbar, Abdul Roup, menjelaskan bahwa pengawasan ini dimulai sejak Rabu, tanggal 25 September, saat kedatangan kotak suara dan bilik suara. "Sejak kedatangan logistik, kami selalu memantau prosesnya, termasuk tinta yang baru saja tiba di lokasi penyimpanan hari ini," ungkap Roup saat dihubungi di Jakarta. Roup menekankan pentingnya pengawasan tidak hanya terhadap barang logistik itu sendiri, tetapi juga terhadap kondisi gudang penyimpanan. "Kami memastikan bahwa gudang ini layak untuk menyimpan logistik Pilkada 2024, termasuk memastikan ruang penyimpanan aman dari banjir. Jika terjadi cuaca hujan yang ekstrem, kami ingin memastikan bahwa barang-barang ini tetap terlindungi. Kami juga memeriksa masalah jamur di dalam gudang," jelasnya. Dia menambahkan bahwa pengawasan akan terus berlanjut sampai logistik disebar ke masing-masing kecamatan, kelurahan, serta tempat pemungutan suara (TPS), hingga akhirnya kembali ke gudang penyimpanan. "Kami akan mengawasi distribusi logistik ke TPS dan memastikan semuanya kembali dengan aman ke gudang," tambah Roup. Dalam kesempatan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Jakarta Barat (KPU Jakbar) melaporkan bahwa mereka telah menerima 3.468 kotak suara dan 13.808 bilik suara, yang dikirim ke gudang logistik di Rawa Lele pada Rabu, tanggal 25 September. Ketua KPU Jakbar, Endang Istianti, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut akan didistribusikan ke 3.452 TPS di wilayah Jakarta Barat. "Pengiriman kotak dan bilik ini dilakukan melalui truk yang dikawal dengan ketat dari pabrik hingga tiba di gudang," kata Endang kepada wartawan di lokasi pengiriman pada tanggal 25 September. Selanjutnya, Endang menambahkan bahwa ribuan kotak dan bilik suara tersebut akan disortir ulang untuk memeriksa adanya kerusakan atau cacat. "Semua barang yang tiba di sini harus kami periksa kembali. Kami akan pastikan tidak ada yang cacat. Jika ada yang rusak, kami akan segera berkoordinasi dengan publik mengenai penggantinya," sambungnya. Logistik lainnya akan menyusul dalam gelombang berikutnya setelah proses pengiriman kotak dan bilik suara selesai. "Hari ini kami fokus pada pengiriman kotak dan bilik. Setelah itu, logistik lainnya seperti tinta dan alat tulis kantor (ATK), serta formulir, akan mulai didatangkan," tutup Endang. ANTARA