BORNEONEWS, Sampit – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Shalahuddin, mengingatkan para kepala desa di wilayahnya untuk menjaga netralitas dalam menghadapi berbagai situasi politik. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
“Saya sudah sampaikan bahwa kepentingan bangsa dan negara itu di atas segala-galanya. Silakan kita punya pilihan masing-masing, tetapi jangan sampai menimbulkan kerusuhan atau hal-hal yang tidak baik,” kata Shalahuddin, Kamis, 3 Oktober 2024.
Menurutnya, menjaga netralitas merupakan kewajiban bagi setiap aparatur pemerintahan, termasuk kepala desa, agar situasi di masyarakat tetap kondusif.
Shalahuddin juga mengingatkan bahwa kepala desa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat lokal. Ia berharap kepala desa tidak menggunakan posisinya untuk memengaruhi masyarakat secara politis.
“Jaga netralitas. Saya juga punya pilihan, namun tidak boleh sampai mengganggu keamanan dan ketertiban. Kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara harus selalu diutamakan,” ujarnya.
--page
Shalahuddin menekankan stabilitas keamanan dan ketertiban harus tetap menjadi prioritas, khususnya di wilayah pedesaan yang rentan terhadap dinamika politik lokal. Dengan menjaga netralitas, kepala desa dapat membantu menciptakan situasi yang aman dan damai.
Shalahuddin juga mengingatkan bahwa potensi gesekan di masyarakat bisa muncul jika aparatur desa tidak menjaga sikap netral. Oleh karena itu, ia meminta agar kepala desa selalu bijaksana dalam menjalankan tugasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









