SEMARANG –
**Borneonews - Temanggung**, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aneka Usaha yang berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tetap melanjutkan operasionalnya meskipun tidak berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, menjelaskan bahwa dalam bidang percetakan, BUMD ini membutuhkan pendekatan manajemen yang lebih inovatif untuk mampu berkembang. Menurutnya, meski tidak memberikan kontribusi finansial kepada daerah, BUMD still berfungsi dalam menjalankan kegiatan operasional. Berdasarkan informasi terkini, BUMD Aneka Usaha terakhir kali berhasil menyuplai PAD pada tahun 2021 dengan total sebesar Rp73.500.905. Walaupun saat ini perusahaan tersebut masih aktif, kontribusi keuangan yang diharapkan kepada daerah belum dapat terpenuhi. Pada pertemuan evaluasi terakhir, Tri menyampaikan bahwa pendapatan perusahaan sekarang sudah cukup untuk menutupi biaya operasional meskipun jumlahnya belum sesuai ekspektasi. Proses kajian juga telah dilakukan untuk mempertimbangkan apakah BUMD tersebut akan tetap beroperasi atau menutup kegiatan usahanya. Setiap pilihan dihadapi dengan risiko dan pertimbangan yang matang, sebagai tindak lanjut dari kebijakan yang perlu diambil. Ia juga merinci bahwa di tahun ini, BUMD Aneka Usaha tidak dapat menyetorkan PAD karena berdasarkan laporan terakhir menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian. Dalam hal ini, BUMD yang berstatus rugi tidak memiliki kewajiban untuk menyetor PAD, tetapi tetap melanjutkan operasionalnya. “Pendapatan yang diterima oleh masing-masing karyawan berasal dari persentase yang ditetapkan sesuai pendapatan, ini adalah salah satu langkah agar perusahaan tetap beroperasi,” ungkapnya, memberi gambaran mengenai langkah strategis yang diambil untuk memastikan kelangsungan usaha meski dalam kondisi tidak ideal. ANTARA