JAKARTA –
**Borneonews - Alor**, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada hari ketiga kunjungannya di provinsi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis dan merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk meninjau kondisi sosial ekonomi di daerah tersebut. Sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, perjalanan dimulai dengan keberangkatan Presiden Jokowi dari Bandara Lede Kalumbang di Kabupaten Sumba Barat Daya. Pesawat Kepresidenan yang digunakan, RJ-85, lepas landas sekitar pukul 08.00 WITA. Setelah tiba di Bandar Udara Mali di Kabupaten Alor, Presiden langsung menuju Pasar Rakyat LIPA Kalabahi. Kunjungan ini dilakukan untuk memeriksa harga dan ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dinamika pasar dan kebutuhan dasar masyarakat di daerah tersebut. Selanjutnya, presiden dijadwalkan untuk mengunjungi SMK Negeri 1 Kalabahi. Di sana, ia akan meninjau fasilitas pendidikan serta proses belajar mengajar yang berlangsung. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas pendidikan dan infrastruktur yang tersedia bagi para siswa di daerah tersebut. Setelah melaksanakan semua agenda yang direncanakan, Presiden Jokowi dan rombongan diperkirakan akan kembali ke Jakarta. Dalam kunjungannya kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Muhammad Zamroni, serta Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga. Sebelum keberangkatan ke Alor, Presiden Jokowi juga dilepas oleh beberapa pejabat setempat di Bandara Lede Kalumbang, termasuk Pj Bupati Sumba Barat Daya Yohanes Oktovianus, Dandim 1629/SBD Letkol Czi Novik Kurniawan, Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Sigit Harimbawan, dan Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Andrik Irwanto. Kegiatan ini mencerminkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya memajukan wilayah. ANTARA