JAKARTA –
**Borneonews - Kinshasa**, Peluncuran kampanye vaksinasi untuk menangani kasus cacar jenis *mpox* di Kongo, yang dijadwalkan pada Rabu (2/10), terpaksa ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh masalah logistik yang dihadapi oleh pihak berwenang setempat. Chris Kasita, yang menjabat sebagai Direktur Departemen Pencegahan Infeksi (PEV) di Kongo, menyampaikan bahwa terdapat beberapa peralatan penting yang diperlukan untuk memfasilitasi transportasi vaksin ke berbagai wilayah. Ia memastikan bahwa pihaknya sedang berupaya keras agar vaksin dapat tiba di lokasi yang dibutuhkan tepat waktu. Menurutnya, tanggal baru untuk peluncuran kampanye vaksinasi ini akan segera diumumkan. Sejak awal tahun 2024, Kongo telah mencatat peningkatan signifikan dalam kasus *mpox*, dengan total mencapai 26.267 kasus dan 833 kematian, berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan setempat. Meskipun terdapat kekhawatiran akan bertambahnya infeksi, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai kapan kampanye vaksinasi ini akan dimulai. Rencana awal menyatakan bahwa kampanye vaksinasi tersebut direncanakan akan digelar di Kinshasa serta di daerah-daerah yang paling terdampak di Kongo timur, termasuk wilayah Kivu Utara dan bagian selatan serta tengah negara tersebut. Ketidakpastian tanggal peluncuran ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai penanganan wabah yang sedang terjadi. Kongo saat ini menjadi pusat penyebaran *mpox* di kawasan Afrika, di mana penyakit ini juga telah terdeteksi di 14 negara Afrika lainnya, seperti Burundi, Kongo-Brazzaville, dan Republik Afrika Tengah. Menyikapi situasi ini, Kongo telah menerima sebanyak 265.000 dosis vaksin dari Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang diproduksi oleh laboratorium Bavarian Nordic yang berlokasi di Denmark. ANTARA