**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengemukakan pentingnya program Kartu Prakerja dalam mendukung generasi muda untuk merencanakan karier mereka di masa depan. Penyataan ini disampaikan seiring dengan perubahan yang terus terjadi dalam pasar kerja, di mana terdapat kebutuhan mendesak akan pekerjaan yang relevan dengan permintaan.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi dalam menata karier, mengganti profesi, atau menciptakan peluang kerja baru. Program Kartu Prakerja menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, utamanya dalam menghadapi fenomena *on-demand job*. Hal ini disampaikan Airlangga saat menghadiri acara Temu Alumni Prakerja di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada hari Kamis.
Dia juga menambahkan bahwa banyak individu yang setelah menyelesaikan pendidikan tidak pernah mengikuti pelatihan lebih lanjut. Sementara itu, proses belajar seharusnya bersifat terus-menerus agar siap menghadapi dinamika perubahan zaman.
Percepatan perkembangan teknologi, seperti *artificial intelligence* dan *machine learning*, semakin mempertegas perlunya pelatihan seiring dengan lahirnya berbagai disrupsi dalam dunia kerja. Airlangga menegaskan bahwa dampak dari teknologi ini tidak hanya dirasakan oleh pekerja di sektor manual atau kerah biru, tetapi juga berpotensi berimbas pada pekerja di sektor kantoran atau kerah putih.
"Secara keseluruhan, program ini berfungsi sebagai jembatan untuk memperkecil kesenjangan antara lulusan pendidikan dan permintaan tenaga kerja," ujarnya.
Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam pernyataannya pada Rabu (2/10), berharap pemerintah ke depannya dapat melanjutkan program Kartu Prakerja, mengingat program ini memberikan dampak positif yang signifikan.
Dia menyatakan, "Kami sangat mendorong agar program Kartu Prakerja terus berlanjut. Semua ini sangat relevan dan seharusnya dapat diteruskan."
Sejak diluncurkan pada April 2020, program ini telah memberikan akses pelatihan dalam bentuk *skilling*, *reskilling*, dan *upskilling* kepada lebih dari 18,9 juta penerima. Setiap peserta mendapatkan keuntungan berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp3,5 juta yang dapat digunakan untuk mengikuti berbagai bentuk pelatihan, baik secara daring maupun tatap muka.
Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, menambahkan bahwa program ini telah memberikan dukungan signifikan bagi pencari kerja di Indonesia. Tidak hanya bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan, Kartu Prakerja juga memberikan manfaat bagi mereka yang telah bekerja tetapi berencana untuk beralih karier atau memulai usaha sendiri.
Menurut penjelasannya, dari total peserta prakerja, 61 persen adalah individu yang menganggur dan 39 persen sudah memiliki pekerjaan. Namun, setelah dua bulan mengikuti pelatihan, persentase peserta yang bekerja meningkat menjadi 55 persen. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta yang menjalani pelatihan telah berhasil mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha baru setelah periode tersebut.
ANTARA
Kartu Prakerja Dukung Generasi Muda Atur Karier di Era Digital
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Boccia Rebut Emas ke-15 Bagi Kontingen Indonesia
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…







