JAKARTA –
**Borneonews - Washington** Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menegaskan pada Rabu bahwa ia tidak mendukung tindakan militer yang dilakukan oleh Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Pernyataan ini muncul hanya satu hari setelah Iran melancarkan serangkaian serangan ke arah Tel Aviv. Ketika ditanya mengenai dukungannya terhadap serangan Israel, Biden dengan tegas menjawab, "Jawabannya adalah tidak". Ia memberikan pernyataan ini sebelum berangkat menuju North Carolina. Meski demikian, Biden mengakui bahwa Israel memiliki hak untuk membalas serangan yang diluncurkan oleh Iran pada hari Selasa, namun ia menekankan bahwa respons tersebut harus dilakukan secara proporsional. Biden juga menyampaikan bahwa ia telah berkomunikasi dengan para pemimpin negara-negara anggota G7. Dalam diskusi tersebut, kelompok ini sedang merumuskan sebuah pernyataan resmi sebagai respons atas serangan Iran. Menurut informasi yang diperoleh dari Gedung Putih, pernyataan dari Biden serta pemimpin G7 secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan oleh Iran. Dalam kontek ini, Presiden Biden menegaskan dukungan dan solidaritas penuh dari Amerika Serikat kepada Israel serta rakyatnya. Ia juga mengulangi komitmen yang kuat dari AS terhadap keamanan negara Israel tersebut. Sebagai informasi, serangan yang dilakukan oleh Iran pada hari Selasa melibatkan penembakan sebanyak 180 rudal, yang menurut mereka adalah balasan atas pembunuhan terhadap sejumlah pemimpin Hamas, termasuk Ismail Haniyeh, serta pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan seorang komandan dari Garda Revolusi Iran. Menyikapi serangan tersebut, Israel berjanji untuk memberikan balasan pada waktu yang dinilai tepat. Mereka menganggap serangan dari Iran sebagai sebuah eskalasi yang serius dan sangat membahayakan. ANTARA