SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta kini tengah mempersiapkan tema untuk debat publik pasangan calon dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Proses ini dilakukan melalui serangkaian diskusi dengan pihak-pihak terkait. Ketua KPU Kota Surakarta, Bambang Christanto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam tahap persiapan Focus Group Discussion (*FGD*). Dalam fase ini, KPU telah menyusun daftar nama-nama yang akan dilibatkan, yang mencakup elemen dari lembaga, akademisi, dan budayawan. Dalam menentukan tema debat, KPU merujuk pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2024 yang mengatur tentang kampanye untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Tema yang diangkat dalam debat publik diharapkan mencakup visi, misi, serta program Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (*RPJPD*) Kota Surakarta. Bambang menambahkan, fokus dari tema debat ini akan berkisar pada isu-isu yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengembangan daerah, peningkatan pelayanan publik, serta isu-isu lokal yang relevan, sekaligus memperkuat integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (*NKRI*). Selanjutnya, KPU berencana untuk mematangkan konsep tema debat melalui *FGD* dan tim perumus, yang juga akan melibatkan panelis. Selain merumuskan tema debat, KPU juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menentukan lokasi penyelenggaraan debat. Misalnya, KPU akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mencari tempat yang representatif bagi pelaksanaan debat, termasuk kemungkinan untuk mengadakan debat di area terbuka. Di samping itu, pemilihan moderator juga akan menjadi bagian penting dari persiapan ini. Sesuai dengan ketentuan dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2024, moderator yang akan memandu jalannya debat harus mendapatkan persetujuan dari dua pasangan calon beserta dua liaison officer (*LO*) masing-masing pasangan calon yang berpartisipasi dalam Pilkada 2024. ANTARA