JAKARTA –
**Borneonews - [Moskow]** Otoritas Slovakia telah memutuskan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon sebanyak 2,5 ton, yang terdiri dari makanan dan obat-obatan. Pengiriman ini akan dilakukan menggunakan pesawat militer yang juga akan berfungsi untuk mengevakuasi warga negara Slovakia yang berada di wilayah tersebut. Menteri Luar Negeri Slovakia, Juraj Blanar, menyampaikan informasi ini kepada media. Pada hari Rabu, pemerintah Slovakia telah memberikan persetujuan untuk mengirimkan 30 anggota militer ke Lebanon. Tugas mereka adalah untuk membantu dalam pengorganisasian proses evakuasi masyarakat Slovakia di sana. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Hari ini, pemerintah memberikan lampu hijau untuk memanfaatkan pesawat militer dalam penerbangan pertama ke Beirut, yang juga akan membawa bantuan kemanusiaan mencapai berat 2,5 ton," ungkap Blanar kepada para wartawan. Lebih dari 30 warga negara Slovakia telah mengajukan permohonan untuk dapat dievakuasi dari Lebanon. Selain Slovakia, beberapa negara lain, termasuk Republik Ceko, Siprus, Polandia, dan Kroasia, juga telah menyatakan kehendak untuk mengevakuasi warganya dengan menggunakan pesawat militer Slovakia tersebut. Situasi keamanan di Lebanon semakin memprihatinkan akibat serangan roket yang terjadi antara Israel dan gerakan *Hizbullah* dari Lebanon sejak pekan lalu. Pada minggu ini, Israel juga telah mengirimkan pasukannya melintasi perbatasan, dan bentrokan darat mulai terjadi pada hari Rabu. Berbagai negara kini tengah melakukan evakuasi terhadap warganya di Lebanon melihat kondisi yang semakin memburuk. Konflik semakin memanas setelah serangan rudal dari Iran menuju Israel pada hari Selasa, yang menambah ketegangan di kawasan ini. ANTARA