PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI), kondisi di Kota Palangka Raya pada tanggal 3 Oktober 2024 menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level rendah (berwarna biru).

Hal ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya saat ini masih terkendali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi menyampaikan bahwa meskipun tingkat kemudahan terbakar tergolong rendah, BPBD tetap siaga dan terus melakukan upaya pencegahan karhutla.

"Kami tidak boleh lengah, meskipun kondisi saat ini relatif aman, kita harus tetap waspada dan proaktif dalam mencegah terjadinya karhutla," tegasnya, Kamis, 3 Oktober 2024.

Untuk mengantisipasi potensi karhutla, BPBD Palangka Raya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan poslap-poslap di kelurahan untuk melakukan patroli di daerah tingkat kerawanan sangat tinggi.

--page

Patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi lapangan dan mengidentifikasi potensi bahaya karhutla.

"Kami mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan karhutla.  Hindari membakar sampah sembarangan, dan segera laporkan jika melihat titik api atau asap di sekitar lingkungan," tambahnya.

Untuk memudahkan pemantauan kondisi terkini terkait risiko karhutla, BPBD Palangka Raya menyediakan akses online melalui website resmi bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.  Masyarakat dapat mengakses website tersebut untuk melihat peta PERISAI dan informasi terkini terkait kondisi karhutla di Kota Palangka Raya.

BPBD Palangka Raya berharap dengan upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama, karhutla dapat dihindari dan lingkungan tetap terjaga.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya. (PATHUR/y)