MANADO –
**Borneonews - Tomohon,** Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tomohon, yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara, terus berupaya meningkatkan kompetensi para guru matematika di madrasah dengan menerapkan sebuah inovasi dalam metode pengajaran yang dikenal dengan nama *Metode Gasing*. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tomohon, Olva Mervi Moningka, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar para guru madrasah dapat menjadi lebih terampil dalam mengajarkan matematika dengan menggunakan metode yang dianggap sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami. Pelatihan ini berlangsung di Zona 4 Provinsi Sulawesi Utara, diikuti oleh guru-guru madrasah yang berasal dari beberapa daerah sekitar, yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Menurut Olva Mervi Moningka, meningkatkan kompetensi guru adalah langkah yang sangat penting untuk menghasilkan siswa yang berkinerja baik, terutama dalam mata pelajaran matematika. Pentingnya pelatihan ini juga diakui oleh Ahmad Sholeh, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Utara. Ia menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Ahmad Sholeh menyoroti hasil pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di tingkat nasional yang berlangsung di Ternate, di mana Provinsi Sulawesi Utara belum mencapai prestasi yang optimal. Ia menjelaskan bahwa prestasi siswa sangat terkait dengan kemampuan guru, termasuk dalam pengajaran matematika. Dengan demikian, pelatihan yang menggunakan Metode Gasing ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kompetensi pengajar. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu langkah konkret dari Kemenag Sulawesi Utara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah. Dalam acara ini, hadir pula Kepala Seksi Pendidikan Islam dari empat kabupaten/kota di Zona 4, Pengawas Madrasah Kota Tomohon, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tomohon. Selain itu, terdapat juga Ramlah Abas dari PTP Bidang Pendidikan Islam, dan para peserta yang berjumlah 21 orang, yang semuanya adalah guru madrasah. Para peserta pelatihan ini didampingi oleh dua pemateri, yakni Rosdiana Maspeke dan Risna R Berbek. Kedua pemateri tersebut telah menjalani pelatihan langsung selama 18 hari yang dipimpin oleh Profesor Yohanes Surya, penemu *Metode Gasing*, beserta timnya. Harapannya, dengan pelatihan ini, kualitas pendidikan di madrasah dapat meningkat signifikan. ANTARA