JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Pembicaraan mengenai pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat dipandang sebagai hal yang tidak memiliki arti dan bahkan kontraproduktif dalam konteks saat ini. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam penyampaian pernyataannya pada hari Rabu. Zakharova menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi Moskow untuk melanjutkan dialog strategis dengan Washington selama belum ada upaya nyata untuk meredakan ketegangan yang ada dalam hubungan kedua negara. Ia menyatakan, "Selama pihak Amerika tidak mengubah sikap anti-Rusia yang jelas menunjukkan permusuhan, pembicaraan mengenai isu-isu strategis, termasuk pengendalian senjata nuklir, akan dianggap tidak logis bagi Rusia." Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ke depan, Moskow tidak melihat nilai dalam melanjutkan dialog strategis dengan AS di luar upaya yang lebih komprehensif untuk mengurangi konflik yang ada. Zakharova juga menginginkan agar pemerintah AS lebih menghargai kepentingan dasar Rusia dan berfokus pada upaya untuk mengatasi kontradiksi mendasar dalam isu keamanan yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat serta NATO. Dia menilai bahwa saat ini Washington tidak menunjukkan itikad baik untuk melakukan dialog yang komprehensif mengenai faktor-faktor penting yang terkait dengan stabilitas strategis antara kedua negara. Hal ini menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menyelesaikan masalah yang ada. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, sebelumnya juga menyerukan kepada peserta pertemuan para menteri luar negeri G20 untuk mengambil sikap tegas terhadap retorika yang mengancam dari Rusia terkait senjata nuklir. Dalam pidatonya di sebuah pertemuan yang berlangsung di New York dalam rangkaian sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sybiha mengingatkan pentingnya bersikap proaktif terhadap pernyataan berbahaya dan tidak bertanggung jawab dari Rusia mengenai isu tersebut. ANTARA