JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta telah berhasil memulangkan sebanyak 1.113 orang terlantar ke kampung halaman mereka masing-masing selama periode Januari hingga September 2024. Hal ini menunjukkan upaya yang nyata dalam menanggulangi masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengantaran para individu yang terdaftar sebagai orang terlantar ke *pool* bus sesuai dengan tujuan pemulangan dan jadwal yang telah ditentukan. Dalam proses pemulangan tersebut, Dinas Sosial bekerja sama dengan Perum Damri untuk memastikan transportasi bagi mereka yang pulang ke daerah asal mereka. Para penerima pemulangan berasal dari berbagai wilayah, antara lain Lampung, Tasikmalaya, Cilacap, Semarang, dan Surabaya. Distribusi pemulangan orang terlantar ditunjukkan oleh angka-angka yang tertera setiap bulannya. Pada Januari, tercatat 88 orang, diikuti 128 orang pada bulan Februari, 127 orang pada bulan Maret, serta jumlah yang bervariasi pada bulan-bulan berikutnya hingga mencapai 128 orang di bulan September. Proses sebelum pemulangan ini mencakup identifikasi dan verifikasi yang meliputi pengecekan serta perekaman sidik jari, serta pendataan dan dokumentasi untuk setiap orang terlantar. Setelah itu, dilanjutkan dengan asesmen yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, dan Petugas Pengawasan serta Pengendalian Sosial dalam Tim Satuan Tugas P3S. Premi Lasari menyampaikan bahwa setelah semua proses tersebut, surat pengantar kepada Dinas Sosial di daerah tujuan beserta tiket kendaraan disiapkan. "Setelah itu, kami mengantarkan mereka ke *pool* bus sesuai tujuan pemulangan dan jadwal yang telah ditetapkan, sebelum kami melakukan terminasi," ungkapnya. Kriteria bagi individu yang berhak mendapatkan layanan pemulangan meliputi mereka yang terlantar akibat penipuan, menjadi korban tindak kriminal seperti hipnosis atau pencopetan, hingga mereka yang dijanjikan pekerjaan namun tidak menerima pembayaran. Premi berharap bahwa kegiatan pemulangan ini lebih dari sekadar tindakan administratif. Ia menegaskan bahwa ini merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan kota yang lebih manusiawi dan berkeadilan, serta mewujudkan ketertiban di lingkungan Jakarta. ANTARA