JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, menekankan bahwa konflik yang berlangsung antara Israel dan Lebanon seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomasi. Ia berpendapat bahwa perang terbuka hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak yang terlibat. Dalam sebuah diskusi daring yang diadakan oleh lembaga *American Task Force on Lebanon*, Mikati menyampaikan komitmen Lebanon untuk mencari solusi diplomatik yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Ia menegaskan pentingnya pendekatan damai dalam menghadapi isu ini. Mikati juga menggarisbawahi bahwa setiap upaya dialog harus melibatkan pengimplementasian Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701 yang disepakati pada tahun 2006. Resolusi ini dikeluarkan untuk mengakhiri konflik yang terjadi di Lebanon pada waktu itu. Ia menekankan bahwa penerapan resolusi tersebut harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat, dan Lebanon bersedia untuk mematuhi ketentuan tersebut. Lebih lanjut, Perdana Menteri Lebanon mencatat ketidakmauan Israel untuk menerima gencatan senjata yang diusulkan selama 21 hari. Menurutnya, kecenderungan ini menunjukkan bahwa rezim Zionis sepertinya ingin agar konflik terus berlanjut di Lebanon. "Mengapa Israel tidak mau menerima gencatan senjata hari ini? Jawabannya adalah karena mereka ingin melanjutkan perang," ungkap Mikati. Situasi di kawasan ini semakin memanas dengan terjadinya peningkatan serangan udara dan peluncuran rudal antara Israel dan kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah. Ketegangan juga meningkat setelah pasukan Israel memasuki wilayah Lebanon dan terlibat langsung dalam bentrokan dengan Hizbullah pada hari Rabu. Langkah ini menunjukkan bahwa sansi dan tantangan diplomatik yang ada tidak dapat dipandang sepele, dan perlunya penyelesaian yang konstruktif untuk menghindari eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut. ANTARA