MANADO –
**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama Kota Manado menjalin kerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk mewujudkan rumah moderasi beragama. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sebuah wadah yang mendukung kerukunan di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara. Rogaya Udin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, menekankan pentingnya kerukunan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, kerukunan bukan sekadar tambahan nilai, melainkan merupakan kebutuhan mendasar. "Kita harus senantiasa menjaga dan melestarikan kerukunan, agar tidak lengah," ungkap Rogaya saat membuka kegiatan pelatihan Lokalatih Negosiasi Komunitas untuk Kerukunan Umat Beragama di Manado, yang diselenggarakan oleh PUSAD Paramadina dan Rumah Moderasi Beragama IAIN Manado. Ia menjelaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat krusial dalam membangun komunitas yang kuat dan menjunjung harmoni. Pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada para penyuluh agama untuk lebih memahami peranan mereka dalam menciptakan suasana yang kondusif. Rogaya menambahkan bahwa keberlanjutan program ini sangat penting, terutama untuk memberikan pelatihan kepada penyuluh agama di daerah tersebut. "Saya berharap penyuluh agama menerima pelatihan yang optimal dan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan masyarakat," tegasnya. Penyuluh agama dianggap memiliki peran vital sebagai agen perdamaian dan penjaga kerukunan dalam masyarakat yang beragam. Rektor IAIN Manado, Prof Ahmad Rajafi, juga berharap agar Rumah Moderasi Beragama dapat berperan sebagai platform untuk memelihara kerukunan. "IAIN Manado harus menjadi tempat yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan kerukunan dan sebagai media yang memfasilitasi diskusi serta dialog antarumat beragama," jelasnya. Prof Rajafi menekankan juga bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Direktur PUSAD Paramadina, Ihsan Ali Fauzi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan metode mediasi dan negosiasi kepada masyarakat, khususnya di Kota Manado. "Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat jaringan antara tokoh dan kader lintas agama yang bersedia untuk berkolaborasi dalam menciptakan kerukunan," katanya. Kegiatan Lokalatih diharapkan dapat membangun komunitas yang lebih responsif dan proaktif dalam menangani isu-isu terkait kerukunan umat beragama. Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak karena melibatkan tokoh lintas agama serta kader masyarakat yang aktif di berbagai komunitas. Para peserta diberikan materi dan simulasi mengenai metode negosiasi dan mediasi guna menyelesaikan potensi konflik secara damai. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak tokoh masyarakat yang memiliki keterampilan dalam menjaga stabilitas sosial serta meminimalkan kemungkinan terjadinya konflik di Kota Manado. ANTARA