BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Subandi meminta kalender wisata tahunan di Kota Cantik ini digarap dengan serius. Sebab pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya menjadikan kepariwisataan sebagai salah satu dari tiga visi misinya. Akan menjadi aneh kalau justru pariwisata Palangka Raya tidak terlihat.

Salah satu cara memperkenalkan destinasi wisata adalah dengan membuat menyebarkan kalender wisata yang tetap dan ajeg. Artinya, memang setuiap pada momen-momen yang ditentukan itu pasti ada kegiatan, sehingga wisatawan pun akan bisa memastikan ada kegiatan yang layak untuk didatangi.

“Dalam rangka promosi wisata, disini kan ada kalender untuk wisata. Nah, Kalender ini harus dimantapkan dan diata sehingga kalender ini benar-benar jadi acuan orang ketika mau kesini untuk melihat pariwisata kita,”kata Subandi, Rabu (17/8/2016).

Menurut penilaian dia, selama ini dukungan wisata masih kurang. Regulasi yang dimiliki Pemkot juga masih belum tergarap dengan baik. Dinas pariwisata dan ekonomi kreatif (Disparekraf) yang diplot sebagai ,penangungjawab kepariwisataan, juga belum didukung anggaran yang memadai.

“Kalau disebut meningkat pun juga tidak. Keberpihakan ini yang harus ditingkatkan. Sementara kalau menilai obyek wisata kita ada perkembangan atau tidak, saya pikir ya ada, tapi tidak signifikan. Jadi kalau tidak ada perubahan sama sekali juga tidak pas, kita harus fair,” ucapnya.

“ini sudah baik, tinggal pengembangannya saja yang belum. Brosur, leaflet, buku dan seterusnya itu harus dikembangkan. Perbaikan fasilitas juga harus dikejar,” tandas dia. Sementara itu disisi lain, Pemkot Palangka Raya memiliki dua fasilitas susur sungai.

Satu unit kapal cepat dan mewah, kemudian satunya berupa unit aircraft untuk menyusuri danau dan rawa. Hanya saja yang disayangkan, sampai kini tidak ada penentuan tarif jelas dari pihak Pemkot, begitupun siapa yang ditunjuk sebagai pengelola. Kapal susur sungai yang mewah itu hanya terparkir di pelabuhan Rambang (ROZIKIN/m)