JAYAPURA –
**Borneonews - Biak Numfor**, Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kekerasan dan Perundungan Anak di Kabupaten Biak Numfor, Papua, tengah memperkuat upaya koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak, Kamaruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas, menegaskan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus kekerasan dan perundungan di sekolah-sekolah. Dalam dialog publik yang berlangsung di Biak, Kamaruddin menyampaikan bahwa di semua unit pendidikan harus diupayakan agar tidak terjadi kekerasan maupun perundungan terhadap anak. Hal ini menuntut komitmen serta kesadaran bersama dari para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena penyelidikan menunjukkan tidak adanya laporan kekerasan anak atau perundungan di satuan pendidikan di Biak Numfor. "Kami bertekad untuk mempertahankan kondisi ini, dan memastikan bahwa kekerasan serta perundungan tidak terjadi di setiap institusi pendidikan," ujar Kamaruddin. Kamaruddin memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Biak Numfor yang telah memberikan imbauan kepada orang tua untuk memeriksa keberadaan anak, khususnya anak perempuan, di sekitar rumah pada malam hari, terutama pada pukul 22.00 WIT. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keamanan anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka. "Harapan kami adalah tidak ada kasus kekerasan dan perundungan terhadap anak di semua tingkat pendidikan di Kabupaten Biak Numfor," tambahnya. Ke depan, pemerintah daerah Biak Numfor berencana untuk membentuk Satgas Pencegahan Kekerasan dan Perundungan Anak pada 2024. Pembentukan satgas ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan, serta meningkatkan kewaspadaan dalam lingkungan pendidikan. ANTARA