JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak besar terhadap ekosistem. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Youth Conservation Fest 2024 yang berlangsung pada hari Kamis di Jakarta. Siti Nurbaya mengajak semua pihak, terutama para pemuda, untuk memberikan respon yang tepat terhadap isu lingkungan. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan, baik besar maupun kecil, yang diambil oleh para *green leaders* dan *green ambassadors* sangat berharga dalam mengurangi beban tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia. Merujuk kepada data dari Copernicus Climate Change Service Uni Eropa, Siti menunjukkan bahwa antara Februari 2023 hingga Januari 2024, suhu rata-rata global telah meningkat signifikan mencapai 1,52 derajat Celsius jika dibandingkan dengan kondisi sebelum era industri. Perubahan ini menjadi perhatian serius, seiring dengan meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia, negara yang mencatatkan kekayaan flora dan fauna terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Ancaman ini tidak hanya disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi juga oleh kondisi global yang saat ini sedang berlangsung. Siti Nurbaya memberikan contoh tentang dampak *pemanasan global* yang merusak ekosistem laut, mengurangi jumlah spesies endemik, serta mengancam berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang ada di hutan. Dia juga memperingatkan bahwa konsekuensi dari masalah ini bisa menjadi sangat serius bagi keseimbangan ekosistem Indonesia di masa depan, dengan dampaknya yang dapat dirasakan secara global. Acara Youth Conservation Fest 2024 merupakan inisiatif yang melibatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta Institut Hijau Indonesia. Festival ini berlangsung dari 24 September hingga 3 Oktober 2024 dengan berbagai rangkaian acara. Para peserta yang hadir diharapkan dapat mengemukakan gagasan inovatif sebagai solusi untuk menghadapi tiga krisis planet yang mendesak, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. ANTARA