BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan program pembinaan keagamaan bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi berbagai masalah sosial, termasuk peredaran narkoba yang marak di kalangan masyarakat. Ketua MUI Kota Pangkalpinang, KH. Syamsuni Soleh, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini dilaksanakan terutama di Kelurahan Lontong Pancur dan Ketapang. Ia menekankan pentingnya pembinaan keagamaan dalam menghadapi tantangan sosial serta mengatasi isu kemiskinan dan tindakan kriminal yang ditengarai meningkat di daerah tersebut. Dia menegaskan bahwa situasi ekonomi yang tidak stabil di “Kota Beribu Senyuman” ini memerlukan perhatian lebih. Oleh karena itu, MUI berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi, iman dan takwa, serta antara ulama dan pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Lebih lanjut, KH. Syamsuni memberikan contoh konkret mengenai masalah yang ada di wilayah pesisir, antara lain penanganan dua pemuda yang ditangkap saat berupaya mengedarkan 1,7 kilogram *shabu-shabu*, serta sejumlah kasus kriminal lainnya yang menunjukkan peningkatan signifikan. Ia mengingatkan bahwa kurangnya pemahaman agama di kalangan masyarakat akan memudahkan masuknya masalah-masalah tersebut. Juhaini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, memberikan apresiasi terhadap MUI yang telah melaksanakan pembinaan masyarakat pesisir yang rentan terhadap masalah sosial dan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Kota Pangkalpinang tercatat mencapai 0,81 persen, masih berada di bawah target nasional sebesar 1,5 persen. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang rendah, sehingga diperlukan kecerdasan emosional dalam menghadapi tantangan yang ada. ANTARA