JAKARTA –
**Borneonews - Carolina Utara**, Badai Helene telah menimbulkan dampak yang sangat signifikan di negara bagian Carolina Utara serta beberapa negara bagian lainnya. Ribuan penduduk terpaksa mengungsi dan kini berada di tempat-tempat penampungan, berjuang di tengah puing-puing yang berserakan, pemadaman listrik, serta kekurangan bahan bakar. Hal ini diungkapkan oleh Sanja Whittington, Direktur Eksekutif kelompok advokasi Democracy Green, dalam sebuah pernyataan kepada Sputnik yang dirilis pada Rabu. Whittington menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat memprihatinkan. Banyak jalan terhalang oleh puing-puing besar dan pohon-pohon yang tumbang, menjebak penduduk di dalam rumah mereka. Beberapa pohon bahkan telah merusak bangunan tempat tinggal, sehingga banyak orang terpaksa dipindahkan ke tempat penampungan setelah kehilangan rumah mereka. Saat ini, sekitar 37 kabupaten mengalami pemadaman listrik. Selain itu, penderitaan semakin bertambah dengan kekurangan bahan bakar yang sangat mempengaruhi penduduk di kabupaten McDowell, Rutherford, Burke, Hendersonville, Canton, serta beberapa kabupaten lainnya. Whittington juga mencatat adanya kekurangan air bersih yang masif. Banyak toko bahan makanan di wilayah barat Carolina Utara terpaksa membatasi pembelian air kemasan menjadi satu paket per rumah tangga, bahkan beberapa toko telah kehabisan stok air. Whittington menambahkan bahawa dalam area yang terkena dampak, kekurangan pasokan air bersih semakin memperburuk keadaan. Democracy Green menjadi satu-satunya kelompok yang memberikan pelayanan kepada setiap kabupaten yang terdampak di barat Carolina Utara, termasuk di luar kota Asheville, yang selama ini menjadi fokus perhatian media dan organisasi bantuan utama. Namun, pemisahan dalam pelayanan ini berdampak pada upaya penggalangan dana, sehingga penyedia bantuan juga harus melakukan penggalangan dana sambil memberikan bantuan secara langsung. Whittington mengingatkan bahwa dukungan bagi penduduk yang terdampak membutuhkan kesadaran dari masyarakat bahwa upaya bantuan ini akan berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan mungkin lebih lama. "Kami membutuhkan banyak sukarelawan dan bantuan dalam satu hingga tiga bulan ke depan ketika perhatian media mulai berkurang. Saat itulah kelompok yang terdampak sering kali dilupakan, walaupun mereka masih sangat memerlukan bantuan," ungkap Whittington. Badai Helene telah menyebabkan kerusakan yang luas di negara bagian Florida, Georgia, Alabama, Tennessee, Carolina Utara, dan Carolina Selatan. Laporan mencatat bahwa badai ini adalah yang paling mematikan kedua yang pernah terjadi di Amerika Serikat dalam lebih dari setengah abad terakhir, dengan lebih dari 160 jiwa melayang akibatnya. Kelompok Democracy Green didirikan pada tahun 2018 sebagai reaksi terhadap Badai Florence. Organisasi ini awalnya bertujuan untuk memberikan bantuan penyelamatan kepada penduduk yang terdampak. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini telah bertransformasi menjadi organisasi yang fokus pada advokasi keadilan lingkungan dan masalah iklim. ANTARA