**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang terletak di Jawa Barat, tengah mempersiapkan pendampingan untuk petugas yang terlibat dalam Survei Status Gizi Indonesia (*SSGI*). Persiapan ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan tim survei, penanggung jawab teknis, *enumerator*, dan *updater* dari program tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, menyampaikan bahwa Survei Status Gizi Indonesia ini merupakan program nasional yang memiliki tujuan untuk memantau dan menganalisis kondisi gizi masyarakat di seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan pentingnya data yang dihasilkan dari survei ini sebagai landasan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang efektif dalam menghadapi permasalahan gizi, seperti gizi buruk, kekurangan gizi, atau *stunting*.
Lebih lanjut, Jaoharul menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi telah menerima informasi terkait survei ini jauh sebelumnya. Dengan demikian, pihaknya kini tinggal meneruskan informasi tersebut kepada para kepala Puskesmas, camat, dan kepala desa untuk mempersiapkan pendampingan yang diperlukan.
"Ketika petugas survei dari Sucofindo dan tim melakukan pengamatan lapangan, mereka akan didampingi sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan," tambahnya. Dia juga berharap bahwa pendampingan yang dilakukan akan sejalan dengan berbagai program yang telah dikerjakan dalam penanganan *stunting* dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk sektor usaha.
Survei ini akan dilaksanakan di 21 kecamatan, 75 desa, dan 85 blok sensus di seluruh Kabupaten Bekasi. Jaoharul menyatakan bahwa tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang terukur mengenai status gizi balita, mulai dari yang mengalami *stunting* hingga yang menghadapi masalah obesitas.
"Melalui *SSGI*, kami berharap semua pihak yang berkepentingan dapat memahami mekanisme yang ada. Oleh karena itu, kami mengadakan pertemuan hari ini. Komitmen dan dukungan dari semua *stakeholder* sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan survei dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Jaoharul menekankan bahwa hasil dari survei ini akan memengaruhi kebijakan-kebijakan di masa mendatang. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Bekasi.
Dengan informasi yang diperoleh dari pengolahan data ini, diharapkan dapat membantu dalam merumuskan rencana jangka panjang, terutama dalam menangani masalah *stunting* di wilayah tersebut. Dia juga meminta kepada kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan, serta dinas terkait lainnya untuk bekerja sama dengan tim survei dan melibatkan unsur-unsur di wilayah untuk menyukseskan survei yang akan berlangsung selama sepuluh hari mendatang.
ANTARA
Pendampingan Survei Status Gizi Indonesia di Kabupaten Bekasi
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







