JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengadakan seleksi untuk calon notaris dengan mengutamakan kualitas dan profesionalisme melalui metode *Computer Assisted Test* (CAT). Tes ini dilakukan secara serentak sebagai langkah strategis untuk mengatasi stagnasi dalam pelayanan publik yang diakibatkan oleh berbagai permasalahan internal dalam Organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI). Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham, Cahyo Rahadian Muzhar, menjelaskan bahwa Seleksi Pengangkatan Calon Notaris Tahun 2024 ini merupakan inisiatif pemerintah. Tes ini dirancang untuk menggantikan sertifikat Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) dengan sertifikat yang diperoleh dari hasil CAT. Dalam pernyataannya, Cahyo menyampaikan harapan bahwa calon notaris yang lulus dari tes ini tidak hanya memiliki keahlian sebagai notaris, tetapi juga berperan aktif dalam mencegah tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta pendanaan terorisme (TPPT). Dia menekankan pentingnya kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi. Sebanyak 3.526 peserta mengikuti CAT di 35 Kantor Regional dan UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2 Oktober. Cahyo yakin bahwa kualitas soal yang disusun untuk tes ini akan lebih baik dibandingkan UKEN, karena melibatkan akademisi dari Badan Kerjasama Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Negeri (BKS Mkn PTN) dan perwakilan notaris yang berkontribusi dalam penyusunan soal pilihan ganda serta esai terkait pembuatan akta. Proses CAT juga dirancang agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Setiap aktivitas peserta selama mengerjakan soal akan termonitor oleh sistem, yang memudahkan pengawasan serta audit jika ada masalah yang muncul selama proses seleksi. Dengan cara ini, seleksi diharapkan dapat menciptakan standar ujian secara nasional yang transparan dan objektif. Selain soal pilihan ganda, ujian CAT juga mencakup penyusunan akta untuk mengukur kompetensi calon notaris dalam menjalankan tugasnya. Cahyo mengingatkan bahwa notaris memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dapat mendorong iklim investasi, yang pada gilirannya akan mendukung penguatan ekonomi nasional. Cahyo berharap agar seluruh peserta dapat menjaga integritas selama menjalani proses administrasi seleksi dan pengangkatan notaris. Dia mengingatkan bahwa profesi notaris harus dijalankan dengan kejujuran dan profesionalisme. Dia juga menekankan pentingnya mengikuti proses seleksi dengan baik dan mengingatkan agar peserta tidak tergoda oleh tawaran dari pihak-pihak tertentu yang menjanjikan kelulusan atau penempatan kerja. Ditjen AHU, menurut Cahyo, tidak bertanggung jawab atas segala bentuk tindakan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Kemenkumham. Peserta diingatkan untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan individu atau kelompok yang menjanjikan kelulusan atas nama Ditjen AHU. ANTARA