MANADO –
**Borneonews - Manado**, Pemerintah Kota Manado terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait sebagai langkah tanggap terhadap cuaca ekstrem yang baru-baru ini melanda daerah tersebut. Koordinasi tersebut dianggap penting menyusul dampak signifikan yang ditimbulkannya, terutama di Kecamatan Malalayang. Dalam rapat koordinasi yang diadakan, Penjabat Wali Kota Manado, Clay Dondokambey, mengungkapkan bahwa pihaknya mengajak beberapa perangkat daerah untuk memberikan update mengenai kondisi terkini pasca cuaca buruk yang terjadi pada Selasa, 1 Oktober lalu. Para instansi yang turut diundang termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta beberapa dinas penting lainnya. Clay juga meminta penjelasan dari masing-masing perwakilan camat mengenai langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat cuaca ekstrem tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Johny Suwu, menyampaikan bahwa kondisi di Kecamatan Malalayang ditandai dengan adanya sejumlah lokasi yang tergenang air. Hal ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut, di mana saluran pembuangan tidak mampu menampung volume air yang masuk. Dalam upaya penanggulangan, Dinas Pekerjaan Umum menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara. Lebih lanjut, Wali Kota Clay menekankan pentingnya komunikasi yang baik baik di internal maupun eksternal. Dia juga mengingatkan agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat bekerja sama dan membantu masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, yang menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air. Kondisi yang terjadi di kawasan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) diharapkan segera diatasi agar tidak berdampak lebih lanjut kepada lingkungan sekitar. Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah agar tidak mengganggu aliran air. Cuaca ekstrem yang melanda pada tanggal 1 Oktober lalu menyebabkan dampak nyata pada sejumlah fasilitas pendidikan, seperti SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 9 yang terletak pada posisi lebih rendah daripada jalan raya. Untuk merespons situasi ini, Dinas Pekerjaan Umum telah menyebarkan tim dan alat berat guna melakukan pengerukan di Daerah Aliran Sungai di beberapa titik, termasuk di depan Freshmart Bahu dan area lain yang terdampak di Kecamatan Malalayang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kota Manado dapat lebih siap dalam menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem di masa mendatang sambil terus menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. ANTARA