**Borneonews - Berlin**, Penjualan senjata serta peralatan militer yang dilakukan oleh Jerman menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada Rabu, total penjualan untuk periode Januari hingga September mencapai sekitar 11 miliar euro, yang setara dengan Rp186,9 triliun.
Jumlah tersebut hampir menyamai nilai total ekspor senjata untuk seluruh tahun 2023 yang tercatat sebesar 12,2 miliar euro, atau sekitar Rp207,3 triliun. Kementerian Ekonomi dan Tindakan Iklim Federal Jerman menginformasikan bahwa ekspor yang disetujui oleh pemerintah dalam tiga kuartal pertama tahun ini terdiri dari senjata tempur senilai 7,2 miliar euro, sekitar Rp122,3 triliun. Sementara itu, ekspor untuk peralatan militer lainnya mencapai sekitar 3,8 miliar euro, yang sama dengan Rp64,6 triliun.
Di antara negara penerima, Ukraina muncul sebagai klien terbesar untuk penjualan peralatan militer Jerman selama periode tersebut. Sejak awal tahun ini hingga September, Jerman telah menyetujui penjualan senjata dan peralatan ke Ukraina senilai 7,1 miliar euro atau sekitar Rp120,7 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana nilai penjualan ke Ukraina hanya sekitar 3,3 miliar euro atau Rp56 triliun.
Izin ekspor yang diberikan oleh pemerintah Jerman kepada Ukraina mencakup berbagai jenis peralatan canggih, seperti tank Leopard II, sistem pertahanan udara *Patriot*, tank anti-pesawat Gepard, howitzer PzH, rudal Stinger, serta peralatan militer lain termasuk granat, helm, dan kendaraan lapis baja.
Setelah Ukraina, negara-negara lain yang menjadi penerima besar untuk ekspor senjata Jerman mencakup Singapura yang menerima 1,2 miliar euro (Rp20,4 triliun), Aljazair sebesar 558 juta euro (Rp9,5 triliun), Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 246 juta euro (Rp4,1 triliun), dan India yang tercatat menerima sebesar 212 juta euro (Rp3,6 triliun).
Dari total penjualan senjata Jerman yang mencapai 11 miliar euro, sekitar 87 persen atau setara dengan 9,5 miliar euro, ditujukan untuk negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (*NATO*). Peningkatan ini mencerminkan langkah Jerman dalam mendukung stabilitas keamanan di kawasan serta komitmennya terhadap aliansi pertahanan multilateral.
ANTARA
Penjualan Senjata Jerman Meningkat Hingga 11 Miliar Euro di 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Komentar (0)
Memuat komentar…







