**Borneonews - Serang**, Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies secara gratis dengan target mencapai 100 dosis. Aktivitas ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Banten yang ke-24.
Dokter Hewan dari Rumah Sakit Hewan Provinsi Banten, Adilla, menjelaskan bahwa pengobatan dan vaksinasi rabies ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada hewan, terutama mengingat pentingnya pencegahan penyebaran virus rabies di daerah tersebut.
"Untuk layanan ini, kami buka setiap hari. Namun, pada hari ini, kami memberikan layanan pengobatan dan vaksinasi rabies secara gratis, dengan target yang kami tetapkan adalah 100 dosis," ujarnya pada Kamis.
Kegiatan vaksinasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penularan penyakit rabies di wilayah Banten. Menurut Adilla, masyarakat menunjukkan respons yang sangat positif terhadap program ini. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pendaftaran yang masuk, sehingga dia meyakini bahwa target yang ditetapkan dapat terlampaui, bahkan sebelumnya.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk kegiatan vaksinasi rabies gratis ini. Pada pukul 11.00 WIB saja, sudah ada 60 orang yang mendaftar," tambahnya.
Pemberian vaksin rabies ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis. Adilla menegaskan bahwa selama 14 tahun terakhir, Provinsi Banten berhasil mempertahankan status bebas rabies. Hal ini sangat penting untuk meminimalisasi kemungkinan munculnya kasus positif rabies, baik pada hewan maupun manusia.
"Kami baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian karena selama 14 tahun terakhir tidak ada laporan terkait kasus rabies baik pada hewan maupun manusia. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian kami cukup efektif," pungkasnya.
ANTARA
Vaksinasi Rabies Gratis di Banten Targetkan 100 Dosis untuk Warga
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Komentar (0)
Memuat komentar…







