**Borneonews - Jakarta**, Program Kartu Prakerja dinilai sangat penting dalam membantu generasi muda Indonesia membangun karier mereka dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Menteri tersebut menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki fleksibilitas dalam mengejar karier, berpindah profesi, serta menciptakan peluang kerja yang baru. Ia menekankan bahwa pekerjaan yang bersifat *on-demand* sangat penting, dan Kartu Prakerja adalah satu-satunya program yang memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam sebuah dialog dengan mantan penerima manfaat Prakerja di Jakarta, ia menyarankan agar setiap individu terus belajar setelah lulus, termasuk berpartisipasi dalam program pelatihan. Ia berpendapat bahwa seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi seperti munculnya kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI), pembelajaran berkelanjutan menjadi semakin krusial. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penggunaan AI yang luas berpotensi menimbulkan risiko bagi pekerja, baik yang berada di sektor informal maupun formal. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya Program Kartu Prakerja sebagai jembatan antara lulusan baru dan tuntutan pasar kerja. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga turut menyampaikan harapan bahwa pemerintah yang akan datang akan melanjutkan program Kartu Prakerja. Sejak diluncurkan pada April 2020, program ini telah membantu 18,9 juta orang untuk meningkatkan keterampilan mereka. Ia menambahkan bahwa penerima manfaat program ini mendapatkan beasiswa pelatihan senilai Rp3,5 juta, yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pelatihan daring, pelatihan luring, dan kursus mandiri. Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga pada tahun 2023 menunjukkan bahwa mantan penerima manfaat Kartu Prakerja mengalami peningkatan pendapatan yang lebih tinggi sebesar 17,6 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima manfaat dari program tersebut. ANTARA