BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan mencatat bahwa sebanyak 276 orang turut serta dalam tradisi budaya *Baayun Maulud*, yang diperingati bertepatan dengan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW pada setiap bulan Rabiul Awal. Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang memberikan keterangan di Banjarbaru pada hari Kamis, menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi kesenian *Baayun Maulud*. Ia menegaskan, "Kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan seni, budaya, dan tradisi Islam di Kalimantan Selatan." Sahbirin juga menjelaskan bahwa tradisi *Baayun Maulud* memiliki makna mendalam, yang diharapkan dapat memberikan keberkahan sesuai dengan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, harapannya adalah agar anak-anak yang diawinkan dalam tradisi ini selalu meraih kebaikan dalam perjalanan hidup mereka di masa depan. Tradisi *Baayun Maulud* diharapkan dapat memperkenalkan kembali dan mewariskan nilai-nilai budaya Suku Banjar kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi yang baik seperti ini dapat bertahan meskipun di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. "Saya berharap kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran guna memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT serta menunjukkan kecintaan yang tulus kepada Nabi Besar Muhammad SAW," ungkapnya. Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, M. Taufik Akbar, menjelaskan bahwa para peserta tradisi *Baayun Maulud* dapat berpartisipasi secara gratis, dengan syarat membawa tiga lembar sarung (Tapi) dan tiga lembar selendang. Taufik juga mengungkapkan, jumlah peserta yang mengikuti tradisi ini mencapai 276 orang dari 13 kabupaten/kota yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan, serta beberapa provinsi lainnya. Di antara peserta, yang termuda berusia satu bulan dan 12 hari, sementara yang tertua berusia 76 tahun dan 10 bulan. "Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga terdapat dari Kalimantan Timur," kata Taufik. Tradisi *Baayun Maulud* merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan, di mana mereka mengayun bayi atau anak sambil melantunkan syair tentang Nabi Muhammad SAW, yang diadakan setiap tahun pada tanggal 12 Rabiul Awal, yang menandai hari kelahiran nabi. ANTARA