BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Pemerintah Provinsi Lampung sedang berupaya untuk memperluas peluang investasi demi meningkatkan pendapatan daerah. Langkah ini diambil mengingat potensi kekayaan yang dimiliki Lampung masih dapat dioptimalkan, terutama untuk mendongkrak perekonomian wilayah tersebut. Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan bahwa saat ini perekonomian daerah masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Sektor ini telah menjadi penyumbang utama pendapatan, namun diperlukan diversifikasi agar dapat menghasilkan sumber pendapatan yang lebih luas. "Oleh karena itu, kita harus mengeksplorasi sektor-sektor lain yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui investasi," ungkapnya. Samsudin menjelaskan bahwa hingga saat ini, pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung masih bergantung pada dua sumber, yaitu pajak kendaraan bermotor dan dana transfer dari pemerintah pusat. Untuk itu, penting untuk menemukan sumber lain yang dapat menjadi variabel ketiga yang berkelanjutan, yakni dari *business investments* dan pengelolaan sumber daya alam. Di Lampung, ada beberapa sektor yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi, di antaranya adalah pariwisata, perdagangan, serta bidang jasa. "Kami berkomitmen untuk memperbanyak investasi dengan mempermudah proses perizinan dan menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor yang ingin berinvestasi di daerah ini," tambahnya. Samsudin juga menyampaikan bahwa ada beberapa proyek investasi menarik yang bisa dimanfaatkan oleh investor. Salah satunya adalah Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni Harbour City di Kabupaten Lampung Selatan, serta Agro Park di Bandarlampung, yang akan dikembangkan menjadi pusat studi dalam pertanian, peternakan, dan perkebunan. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa proyek pembangunan kawasan Kotabaru juga menawarkan kesempatan investasi. Kawasan ini sangat penting mengingat kebutuhan akan pengelolaan daerah pemerintahan yang lebih nyaman di Provinsi Lampung. "Kepadatan yang terjadi di Kota Bandarlampung perlu ditangani dengan baik, dan kami perlu meningkatkan kualitas lingkungan hidup," tuturnya. Dalam rencananya, Kawasan Kotabaru akan dibangun dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang memprioritaskan lingkungan hidup. "Paradigma pembangunan berkelanjutan ini penting untuk dijadikan landasan, karena harus ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial," tegasnya. Pada tahun 2023, realisasi investasi di Provinsi Lampung tercatat mencapai Rp10,89 triliun, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp3,26 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp7,63 triliun. Kegiatan investasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian kawasan dan masyarakat secara keseluruhan. ANTARA