JAKARTA –
**Borneonews - Beirut**, Israel meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan kawasan selatan ibu kota Lebanon, Beirut, pada tengah malam Rabu. Total, terdapat empat serangan yang dilaporkan, di mana tiga di antaranya diarahkan ke wilayah pinggiran kota. Pesawat tempur Israel dikabarkan meluncurkan tiga roket yang menyasar kawasan Miwaad, serta permukiman yang bersangkutan dengan Amerika. Setelah serangan tersebut, asap tebal terlihat mengepul dari area yang terkena bombardir, menutupi langit di atas Beirut dengan kelamnya. Serangan berikutnya diarahkan pada sebuah gedung apartemen yang berada di kawasan Bashoura. Dari kejadian ini, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka, namun hingga saat ini belum ada informasi konkret yang mengonfirmasi jumlah pasti korban atau tingkat keparahan cedera akibat serangan tersebut. Kawasan selatan Beirut terus menjadi lokasi yang rawan, dengan serangan udara Israel terus berlanjut hingga pagi hari pada Rabu. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui platform *X*, juru bicara militer Israel, Avichai Adraee, menyatakan bahwa pihaknya memang melakukan serangan di kawasan tersebut. Menurut informasi yang dirilis oleh Kantor Berita Nasional Lebanon, serangan udara Israel itu menargetkan sebuah gedung pusat pertahanan sipil yang baru saja dibangun di distrik Chiyah. Selain itu, dua gedung lainnya dan dua kawasan permukiman turut menjadi sasaran serangan. Lebih lanjut, media melaporkan bahwa serangan juga menghantam lantai atas sebuah gedung di kawasan Shweifat. Gambar dan video yang beredar menunjukkan asap pekat mengepul dari arah tersebut, sementara ambulans bergegas menuju lokasi terjadinya serangan. Sebelum melancarkan pengeboman, pihak militer Israel telah meminta agar para penghuni gedung yang menjadi target untuk segera meninggalkan lokasi. Mereka mengklaim area tersebut memiliki kedekatan dengan fasilitas milik Hizbullah, yang menjadi alasan dibalik aksi militer tersebut. ANTARA