PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni mengajak stakeholder bersama-sama menjaga inflasi Kalteng.

“Saya mengharapkan kerjasama semua pihak, untuk menjaga inflasi di Kalteng agar tetap terkendali dengan baik,” ungkapnya saat rangkaian rakor bersama Mendagri dan stakeholder pada awal Oktober 2024.

Sejalan dengan itu, Plt. Sekjen Mendagri RI Tomsi Tohir mengajak bersama-sama mencermati harga-harga, dan langkah kedepannya untuk mempertahankan prestasi yang telah capai.

Kepala Daerah dan Forkopimda diharapkan dapat memperhatikan harga yang masih bergejolak di daerahnya, agar betul-betul diupayakan dan dikomunikasikan dengan sebaik-baiknya.

“Pada akhirnya tentu kita tidak berpuas diri dengan hasil yang telah kita raih, namun harus tetap menjaga dengan sebaik-baiknya, dan diharapkan inflasi ini dapat terus terkendali dengan baik,” ungkapnya.

Tomsi menyoroti 3 hal yaitu keakuratan angka-angka yang telah dirilis oleh BPS, selanjutnya keterkaitan antara deflasi atau penurunan angka inflasi dengan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan BPS dalam menghitung inflasi menjaga independensi dan terlepas dari intervensi pihak manapun, serta bertanggung jawab atas hasil angka infasi.

Ia menegaskan BPS dalam seluruh tahapan penghitungan angka inflasi ini terus dan tetap mengacu pada pedoman yang berstandar internasional.

Kemudian pemilihan waktu pengumpulan data, tempat dan target responden, serta proses pengolahan data dalam pelaksanaan Survei Harga Konsumen yang menjadi sumber data perhitungan inflasi, dilakukan dengan mengikuti pedoman tersebut secara objektif dan bebas intervensi.

“Oleh karena itu kami menjamin kualitas secara ketat dalam setiap proses tahapan penyediaan angka inflasi, dan juga semua angka yang kami keluarkan, harus dipastikan jaminan kualitasnya,” jelas Amalia. (HERMAWAN DP/H)