JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pidato yang disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menekankan pentingnya peran pemerintah Indonesia dalam mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam situasi global yang semakin kompleks, konflik yang terjadi di kawasan tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dan meluas. Oleh karena itu, Muzani mengusulkan agar Indonesia memanfaatkan pengaruh yang dimilikinya di berbagai forum internasional, termasuk Gerakan Non-Blok (NAM), G20, Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dalam pernyataannya, Muzani berharap pemerintah Indonesia dapat menggunakan pengaruh diplomatiknya dengan serius untuk meredakan ketegangan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam kesempatan pertamanya setelah dilantik sebagai Ketua MPR untuk periode 2024-2029, di mana ia juga melantik delapan wakil ketua MPR yang mendampingi. Lebih lanjut, Muzani menekankan bahwa selain berupaya mencegah perang, Indonesia juga mempunyai komitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, keinginan untuk melihat Palestina merdeka merupakan mandat historis yang telah diusung sejak Konferensi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung tahun 1955, melalui sepuluh prinsip Bandung. Sayangnya, hingga saat ini mandat tersebut belum sepenuhnya terwujud. Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menyerukan semua pihak, termasuk media dan para akademisi, untuk bekerja sama dalam menyuarakan kepentingan rakyat Palestina. Muzani menekankan perlunya kolaborasi untuk memastikan bahwa suara dan aspirasi masyarakat Palestina didengar serta diperjuangkan dengan dukungan kuat dari komunitas internasional. Dengan harapan yang tinggi, Muzani mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu padu dalam mendukung upaya yang dapat memperkuat posisi Palestina di arena global. ANTARA