**Borneonews - Batang**, Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menekankan pentingnya investasi yang dilakukan oleh perusahaan kaca asal Korea Selatan, KCC Glass. Dengan nilai investasi awal sebesar Rp4 triliun dan rencana ekspansi menjadi Rp8 triliun, Rosan mengungkapkan bahwa proyek ini sangat ideal, mengingat 80 persen dari total produksi akan dipasarkan ke luar negeri.
Rosan menyatakan bahwa investasi dari KCC Glass merupakan kontribusi signifikan dalam mendukung orientasi ekspor, yang diharapkan dapat meningkatkan investasi asing di Indonesia dengan fokus pada aspek ekspor. Hal ini diungkapkan saat peresmian dimulainya produksi PT KCC Glass Indonesia yang berlangsung di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.
Dengan alokasi ekspor yang tinggi, Rosan menekankan bahwa realisasi investasi ini akan membantu memperbaiki neraca pembayaran Indonesia. Diharapkan juga, KCC Glass dapat segera merealisasikan langkah investasi berikutnya yang diperkirakan senilai Rp8 triliun.
Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan investasi agar KCC Glass dapat berkembang di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan tujuan menciptakan iklim investasi yang stabil, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Rosan menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah menciptakan pekerjaan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi negara harus berkorelasi dengan perkembangan kualitas sumber daya manusia.
Investasi KCC Glass di Indonesia juga dianggap sebagai langkah bisnis terbesar perusahaan tersebut di luar Korea Selatan, yang menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi terhadap potensi pasar di Indonesia. "Proyek ini adalah investasi dengan kapasitas dan output terbesar yang dilakukan KCC Glass di luar Korea, di mana tahap pertama sudah dilakukan dan tahapan kedua, yang bernilai Rp8 triliun, diharapkan dapat segera dilaksanakan," paparnya.
Rosan juga memberikan penghargaan kepada Korea Selatan, yang konsisten berada di antara lima besar negara penyumbang investasi asing langsung di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara kedua negara, yang telah terjalin selama bertahun-tahun dengan berbagai proyek pembangunan.
Pembangunan pabrik KCC Glass di Kawasan Industri Terpadu Batang dimulai pada Mei 2021 dan menempati lahan seluas 49 hektar, yang diproyeksikan menjadi pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara. KCC Glass juga mengumumkan dalam sebuah video bahwa pabrik ini akan mampu memproduksi 1.200 ton kaca per hari, dengan 80 persen dari total produksi akan diekspor ke negara-negara di Asia, Eropa, serta Amerika.
ANTARA
Investasi KCC Glass Rp4 Triliun Dorong Ekspor dan Pembangunan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







