**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan (Diskop UKM Kalsel) telah menunjukkan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan koperasi dan pengembangan ekonomi umat di pondok pesantren. Upaya ini mencerminkan pentingnya pengintegrasian ekonomi di lingkungan pesantren agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
Kepala Diskop UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyatakan saat pertemuan di Banjarbaru, bahwa pengembangan ekonomi tersebut diwujudkan melalui program *"One Pesantren One Product"* (OPOP). Program ini bertujuan untuk memberdayakan setiap pondok pesantren agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif.
Yanuar juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program OPOP dan manfaat yang telah dirasakan oleh beberapa pesantren di Kalimantan Selatan yang sudah menerapkan sistem koperasi secara efektif. Melalui inisiatif ini, diharapkan produk dari pesantren bisa bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga pada skala nasional dan internasional.
Lebih lanjut, Yanuar mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya untuk memperkuat koperasi di pesantren dengan memberikan badan hukum yang sah. Targetnya, pada tahun 2024, setidaknya 25 koperasi pesantren akan memiliki legalitas formal yang mendukung operasional mereka.
Yanuar berharap setiap koperasi di pondok pesantren dapat menghasilkan minimal satu produk unggulan. Dengan demikian, mereka akan mampu membangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan, sehingga tercipta hubungan simbiosis mutualisme di antara koperasi-koperasi tersebut.
Program OPOP direncanakan akan bertransformasi menjadi koperasi sekunder, yang bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan kolaborasi dan pembagian keuntungan demi meningkatkan ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.
Pada tanggal 2-3 Oktober 2024, kegiatan program OPOP diadakan di Asrama Haji Banjarmasin, Kota Banjarbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus koperasi dari berbagai pondok pesantren yang diwakili oleh ketua, sekretaris, dan bendahara. Dalam acara ini, setiap perwakilan berkesempatan untuk mempresentasikan perkembangan koperasi masing-masing, menyusun laporan hasil rapat kerja, serta merencanakan kegiatan masa depan koperasi mereka. Selain itu, turut dilakukan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen para anggota OPOP untuk saling mendukung.
ANTARA
Pengembangan Ekonomi Umat di Pondok Pesantren melalui OPOP
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







