**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa program Kartu Prakerja yang diterapkan di Indonesia telah memberikan inspirasi bagi negara-negara lain dalam kebijakan ketenagakerjaan mereka. Menurut Hartarto, sejumlah negara mulai mengadopsi konsep dan sistem yang ada dalam program Kartu Prakerja untuk kebutuhan tenaga kerja mereka.
Dia menjelaskan, "Negara lain sedang mempelajari Kartu Prakerja dan mencoba untuk meniru sistem yang telah kita terapkan. Sebagai contoh, Pemerintah Kamboja mencontoh program kita untuk membantu 1,5 juta pekerja." Pernyataan ini disampaikan Hartarto di kantornya pada hari Kamis.
Lebih jauh, Hartarto mencatat bahwa beberapa negara seperti Thailand, Maroko, dan negara bagian Sarawak di Malaysia juga tengah melakukan studi mengenai sistem Kartu Prakerja dengan tujuan untuk meniru program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program dalam mengatasi masalah pengangguran mendapatkan perhatian internasional.
Menteri juga menekankan bahwa program Kartu Prakerja telah membantu sekitar 18,9 juta orang sejak diluncurkan pada bulan April 2020. Program ini tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan kerja, tetapi juga memastikan inklusivitas dengan memberikan kesempatan yang sama kepada berbagai kelompok rentan. Kelompok tersebut termasuk wanita, keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta individu yang tinggal di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Di dalam program ini, setiap peserta akan mendapatkan beasiswa pelatihan senilai Rp3,5 juta (setara dengan US$227). Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk mengikuti pelatihan secara daring, luring, ataupun pelatihan mandiri yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh Kartu Prakerja, Hartarto berharap pemerintahan berikutnya akan meneruskan implementasi program ini untuk periode 2024-2029. Dia menekankan bahwa keputusan akhir mengenai kelanjutan program ada di tangan pemerintah yang akan datang.
"Namun, pembicaraan mengenai kelanjutan program ini masih berlangsung," tambahnya.
Sebelumnya, pada hari Rabu (2 Oktober), Direktur Eksekutif Manajemen Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, juga menegaskan bahwa program ini telah membantu masyarakat Indonesia dalam mencari pekerjaan. Dia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pencari kerja, tetapi juga memberikan dukungan bagi mereka yang ingin beralih karir atau memulai usaha sendiri.
ANTARA
Program Kartu Prakerja, Inspirasi Internasional untuk Ketenagakerjaan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Komentar (0)
Memuat komentar…







