PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah baru-baru ini mengundang seluruh kepala desa di wilayahnya untuk berdiskusi dan menyatukan visi dalam pembangunan dari tingkat provinsi hingga desa. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh para kepala desa terkait permasalahan yang dihadapi serta harapan-harapan mereka. Dalam pernyataannya, Pjs Bupati Kotim, Shalahuddin, menekankan pentingnya penyerapan aspirasi dari kepala desa. Dia menyampaikan, "Kami berkomitmen untuk membantu sesuai dengan kewenangan provinsi yang ada." Rapat kerja tersebut diadakan di Sampit dan dihadiri oleh sekitar 168 kepala desa dari seluruh Kotim. Perlu dicatat bahwa pertemuan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Shalahuddin sebagai Pjs Bupati Kotim, menggantikan Halikinnor dan Irawati yang sedang cuti untuk mengikuti pemilihan kepala daerah pada tahun 2024. Meskipun masa tugasnya hanya berlangsung selama dua bulan, Shalahuddin bertekad untuk memberikan kontribusi maksimal, dengan harapan mendapatkan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak yang berkepentingan. Salah satu agenda dalam pertemuan ini adalah menyampaikan informasi terkait program-program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk Kotawaringin Timur. Shalahuddin mengungkapkan pencapaian positif dalam bidang infrastruktur, terutama mengenai jalan provinsi. "Sekitar 4,5 persen dari total jalan provinsi di Kotim belum dalam kondisi baik, tetapi kami berencana untuk menyelesaikannya pada tahun 2025. Kami akan terus melaksanakan program ini secara berkesinambungan," ujarnya. Di samping program yang menjadi tanggung jawab provinsi, ada juga dana hibah yang akan dialokasikan bagi Kotim. Shalahuddin menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih intensif dan efektif. Sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Kalimantan Tengah, ia menekankan bahwa pertemuan ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan tujuan pembangunan dari provinsi ke kabupaten hingga ke desa. "Para kepala desa memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan, karena keberhasilan desa akan berkontribusi pada kemajuan kabupaten," jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Shalahuddin mengingatkan kepada seluruh kepala desa tentang pentingnya transparansi dan integritas dalam pemerintahan desa. Ia menyebutkan bahwa salah satu desa di Kotim, yaitu Desa Bagendang Hilir, telah diakui oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai desa percontohan anti korupsi di Kalimantan Tengah, menegaskan upaya pemerintah kabupaten dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Shalahuddin juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan, pengelolaan keuangan desa yang transparan, serta penanganan isu stunting, yang merupakan tantangan serius. Dia berharap pertemuan ini dapat dimanfaatkan oleh para kepala desa untuk mengajak berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada di desa masing-masing. Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa saat ini desa-desa di Kotim sedang menjalani proses musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). Musrenbangdes ini bertujuan untuk menyusun Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa tahun 2025 serta menyusun daftar usulan untuk Musrenbang di tingkat kecamatan atau kabupaten pada tahun 2026. Raihansyah menambahkan bahwa surat edaran dan petunjuk teknis terkait perencanaan desa untuk tahun anggaran 2025 telah dikeluarkan agar proses penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dapat dilakukan tepat waktu. ANTARA